Caption: Plt Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung I Gde Ngurah Sriada (kiri) bersama Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusuma (kanan). (Dok. PWI Lampung)
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung akan mengungkap mafia pangan yang menjadi penyebab kelangkaan dan mahalnya harga kebutuhan pokok di provinsi ini.
Hal itu ditegaskan Pelaksana tugas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung I Gde Ngurah Sriada seusai menerima informasi dan saran dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di ruang kerja, Selasa (30/7).
Gde mengapresiasi saran dan masukan dari pengurus PWI Lampung terkait kelangkaan bahan pangan yang mengakibatkan harga pangan meroket.
“Terima kasih informasi dan sarannya, Pak Amir (Wakil Ketua Bidang Siber Amiruddin Sormin). Kami akan mengonfirmasinya, jadi bukan hanya kasus korupsi pengadaan barang dan jasa dan proyek saja,” katanya didampingi Asisten Pembinaan M. Syarif, Asisten Intelijen Fajar Gurindro, Asisten Tindak Pidana Umum Eman Sulaeman, Asisten Tindak Pidana Khusus M. Amin, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Dwi Indrayati, dan Kabag TU Tumpal Eben Ezer Bakara.
Gde mengakui harga pangan di Lampung tergolong tinggi dibandingkan dengan beberapa daerah di Tanah Air. Hal ini berdampak terhadap laju inflasi, dimana Kejati masuk ke dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Tentunya, kami akan melakukan puldata (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) terlebih dahulu. Sekali lagi, kami berterima kasih atas informasi dan masukannya,” ucap mantan Wakajati Maluku itu.
Lebih lanjut, Gde mengajak PWI Lampung untuk terus bersinergi dengan jajarannya hingga Kejari. Karena menurutnya, kinerja Kejati tidak akan maksimal tanpa wartawan.
“Kami tanpa wartawan bukan apa-apa, percuma kerja keras mengungkap kasus jika tidak diberitakan oleh wartawan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengapresiasi kinerja dan keterbukaan informasi di Kejati.
“Kami berharap sinergitas antara PWI Lampung dan Kejati terus terjalin. Bahkan sinergitas ini sudah berjalan baik di PWI kabupaten/kota dengan Kejari setempat, seperti PWI Mesuji dan Kejari Mesuji dengan program jaksa masuk sekolah,” ujarnya. (rls)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






