Peredaran Narkoba hingga Open BO, Tio Ungkap Sisi Gelap Bisnis Haram di Lapas

- Editor

Selasa, 9 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hariannarasi.com, Jakarta – Artis senior Tio Pakusadewo merupakan mantan narapidana (napi) narkoba dan telah mendekam sebanyak 2 kali di penjara. Namun, kali ini ada yang berbeda dari Tio, Ia mengungkapkan beberapa fakta menarik kehidupan di dalam lapas.

Ia mengungkapkan pengalamannya ketika berada di lapas, dari tetap beredarnya narkoba di dalam lapas hingga open BO untuk memenuhi hasrat seksual para napi penghuni lapas.

Bahkan, dari pengakuan mantan pengguna narkoba ini didalam podcast Uya Kuya. Ia dan Uya dihubungi oleh 19 orang penting di Indonesia dan meminta untuk men-takedown video tersebut hingga menyuruh untuk memohon maaf kepada pihak terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

* Peredaran Narkoba di Lapas

Tio menganggap sistem lapas saat ini sangat kacau, ia menganggap Kepala Lapas hingga sipir tidak ada yang benar.

“Bullshit, kalo mau diberesin ya dari kalapasnya. Ada gak sih kapalaps yang bener?, Sipir-sipir penjara itu taik semua,” ujarnya.

Menurutnya, peredaran narkoba di lapas seperti sudah dijadwalkan. Seperti dibuat mati lampu agar para bandar narkoba bisa dengan leluasa mengedarkan barang haram miliknya didalam lapas.

“Jadi setiap seminggu atau 2 minggu sekali pasti mati lampu, Bandar – bandar sudah berkeliaran, wah pasti ini udah ada yang jualan (narkoba),” jelas Tio dalam kanal YouTube Uya Kuya.

* Penuhi Hasrat Seksual dengan Open BO

Untuk Open BO sendiri, dalam kanal YouTube Dedy Corbuzier Tio mengungkapkan setiap napi yang memiliki pasangan maka moment saat besuk dimanfaatkan untuk berhubungan seksual.

“Disaat Besuk itu dijaga, temennya juga ikut menjaga, main dipojokkan sampai permainan selesai,” jelas Tio.

Diakuinya, semua sipir tau keadaan tersebut. Ada hal-hal berbau seksual yang dilakukan napi dan pembesuk. “Sipir tau, tapi kan dilempar duit, jadi diem,” ungkapnya

Bahkan, lanjut Tio, ada rumah sakit di depan lapas tempatnya di sel. Napi bisa saja mengaku atau berpura-pura sakit, sehingga dibawa ke rumah sakit tersebut.

“Yah bisa rawat inap 1-2 hari lah, nanti datang suster-susteran. Ada tarifnya ded, kisaran Rp 1,5 juta/hari hingga Rp 2,5 juta/2 hari,” kata Tio dalam kanal YouTube Dedy Corbuzier. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

17 Orang Terciduk OTT, KPK Ultimatum Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri!
Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Terkait Kasus Program MBG
Usai Pencopotan Dadan Hindayana, Kejagung Geledah Kantor BGN, Ini Tanggapan Sufmi Dasco
Kejagung Jemput Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Eks Petinggi Lainnya
Baru Saja Pimpinan Dicopot, Kantor BGN Digeledah Kejagung!
Penyidikan Kasus Korupsi Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tetap Jalan, Hakim Tolak Praperadilan!
Operasi 19 Hari, Polda Lampung Ungkap 75 Kasus Pencurian dan Sita 410 Barbuk
Polisi Tembak Mati Begal Bersenpi di Tulang Bawang, Satu Rekan Pelaku Diringkus
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:23 WIB

17 Orang Terciduk OTT, KPK Ultimatum Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri!

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:34 WIB

Usai Pencopotan Dadan Hindayana, Kejagung Geledah Kantor BGN, Ini Tanggapan Sufmi Dasco

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:26 WIB

Kejagung Jemput Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Eks Petinggi Lainnya

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:24 WIB

Baru Saja Pimpinan Dicopot, Kantor BGN Digeledah Kejagung!

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:39 WIB

Penyidikan Kasus Korupsi Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Tetap Jalan, Hakim Tolak Praperadilan!

Berita Terbaru