KPK Beri Peringatan Keras! Bos Rokok HS Mangkir dari Kasus Suap Bea Cukai

- Editor

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Pengusaha rokok asal Magelang sekaligus pemilik merek rokok HS, Muhammad Suryo, mangkir dari panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia sedianya diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan pada Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi ketidakhadiran pendiri Surya Group Holding Company tersebut.

Menurut Budi, hingga saat ini belum ada penjelasan atau konfirmasi resmi dari yang bersangkutan mengenai alasan ketidakhadirannya.

KPK secara tegas mengimbau agar Muhammad Suryo bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik pada jadwal pemeriksaan selanjutnya.

Pasalnya, ketidakhadiran saksi dapat menghambat proses hukum yang sedang berjalan.

“Setiap keterangan dari saksi tentunya sangat penting dan dibutuhkan untuk membantu mengungkap perkara ini agar menjadi terang benderang,” ujar Budi Prasetyo.

Pemanggilan Muhammad Suryo merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan suap terkait pengaturan cukai serta importasi barang di DJBC Kemenkeu.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, termasuk oknum pegawai Ditjen Bea Cukai maupun pihak swasta.

Di luar persoalan hukum ini, sosok Muhammad Suryo sebelumnya juga tengah menjadi sorotan publik.

Ia baru saja terlibat dalam kecelakaan lalu lintas saat mengendarai motor gede (moge) di Kulon Progo beberapa waktu lalu, sebuah insiden tragis yang mengakibatkan sang istri meninggal dunia. Kini, sang pengusaha harus berhadapan dengan proses hukum di lembaga antirasuah. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mencekam! Bak Kartel Meksiko, Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Diwarnai Perlawanan
Bak Film Action! Drama Kejar-kejaran Berakhir di Sungai, Polisi Lumpuhkan Pencuri Mobil Asal Lampung
Buntut Promo Nyeleneh ‘Hafal Al-Qur’an Berhadiah Miras’, Dua Pelaku Akhirnya Berurusan dengan Polisi!
Resmi! Kejati Lampung Lantik Sunandar Pramono Jadi Nakhoda Baru Kejari Tanggamus
Dituntut 7 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp7,85 Miliar, Bupati Nonaktif Ardito Wijaya Masih Bisa Tersenyum
Mayor TNI AL Faisal Didakwa Edarkan Sabu, Gunakan Pesawat Militer! 
20 Oknum Polisi Terseret Kasus Tambang Emas Ilegal Way Kanan, 10 Dijatuhi Sanksi Demosi
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung, Tampil Perdana dengan Rompi Tahanan dan Tangan Terborgol
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Mencekam! Bak Kartel Meksiko, Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Diwarnai Perlawanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bak Film Action! Drama Kejar-kejaran Berakhir di Sungai, Polisi Lumpuhkan Pencuri Mobil Asal Lampung

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Buntut Promo Nyeleneh ‘Hafal Al-Qur’an Berhadiah Miras’, Dua Pelaku Akhirnya Berurusan dengan Polisi!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Resmi! Kejati Lampung Lantik Sunandar Pramono Jadi Nakhoda Baru Kejari Tanggamus

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Dituntut 7 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp7,85 Miliar, Bupati Nonaktif Ardito Wijaya Masih Bisa Tersenyum

Berita Terbaru