Dua Versi Kematian DPO Curanmor Jabung: Klaim Melawan Polisi vs Keluarga Bersikukuh Disiksa!

- Editor

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Lampung Timur – Kematian Joni Iskandar, seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, memicu polemik. 

Terdapat perbedaan kronologi yang tajam antara rilis resmi aparat Polresta Bandar Lampung dan kesaksian pihak keluarga terkait penangkapan yang berujung maut pada Rabu (3/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak kepolisian menyatakan terpaksa melumpuhkan tersangka dengan tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan bersenjata yang melukai petugas.

Sebaliknya, Isah (20), istri mendiang Joni, membantah keras klaim tersebut. Ia menegaskan suaminya menyerahkan diri secara kooperatif, namun diduga tewas akibat penyiksaan berat.ersi Kepolisian, Pelaku Bersenjata dan Melukai Petugas

Versi Kepolisian, Pelaku Bersenjata dan Melukai Petugas

​Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menyatakan bahwa penindakan terhadap Joni Iskandar telah dijalankan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang diatur dalam Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

​Menurut Kompol Gigih, operasi tersebut memerlukan kewaspadaan tinggi. Tersangka merupakan bagian dari komplotan curanmor bersenjata api lintas wilayah yang rekam jejaknya terdeteksi hingga ke Tangerang, Banten.

Tindakan Agresif, saat penggerebekan, tersangka disebut melawan secara keras, berusaha kabur, dan melukai salah satu anggota kepolisian yang kemudian harus mendapat perawatan medis.

Prosedur Terukur, polisi mengklaim telah memberikan imbauan dan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan.

Pengaruh Narkotika, hasil penyelidikan sementara mengindikasikan tersangka sebagai pengguna aktif narkotika, yang diduga kuat memicu keberanian dan agresivitasnya saat berhadapan dengan petugas.

“Kami terpaksa melakukan tindakan tegas yang tetap terukur dan sesuai aturan karena pelaku tidak menghiraukan peringatan dan membahayakan petugas,” tegas Kompol Gigih di RS Bhayangkara Bandar Lampung, Kamis (4/6/2026).

Versi Keluarga, Menyerahkan Diri Tanpa Perlawanan

Keterangan polisi tersebut dibantah total oleh Isah, istri korban yang baru dinikahi selama 23 hari. Ia bersaksi, saat tim gabungan Polresta Bandar Lampung dan Polsek setempat menggerebek rumahnya, suaminya sama sekali tidak melawan.

Kooperatif, “Saat digerebek, suami saya langsung menyerahkan diri dan duduk tenang di atas dipan. Ia hanya diam saat diborgol,” ungkap Isah pada Kamis (4/6/2026). Ia juga menyebut suaminya sempat ditampar petugas saat diinterogasi terkait keberadaan senjata api.

Proses Penangkapan, setelah rumah digeledah tanpa hasil, Joni dibawa masuk ke mobil operasional. Isah mengaku dilarang merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya, dan permohonannya agar sang suami tidak dikasari tidak digubris.

Kondisi Jenazah, keluarga yang hilang kontak sejak penangkapan, baru mendapat kabar duka pada Kamis (4/6/2026) sore. Saat jenazah tiba di rumah duka, Isah mendapati tujuh luka tembak tembus pada tubuh suaminya.

“Lehernya patah, tangan dan kakinya patah sampai tidak bisa diluruskan. Bagian kemaluannya pun bengkak parah,” ungkap Isah yang menuntut keadilan.

Saat ini, jenazah Joni Iskandar telah diserahkan secara resmi dari Polresta Bandar Lampung dan RS Bhayangkara kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Di sisi lain, pihak kepolisian menegaskan akan terus melanjutkan pengembangan kasus untuk memburu jaringan komplotan curanmor ini dan menelusuri asal-usul senjata api mereka. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Berkas Korupsi PT LEB Eks Gubernur Lampung Dilimpahkan ke Pengadilan, 25 Jaksa Disiapkan Kejari Bandar Lampung
Diduga Bantu Napi Narkoba Encek Pelesiran hingga Kabur, Tiga Pejabat Rutan Sukadana Dicopot
Jejak Pelarian Encek: Kabur dari Sel di Lamtim, Kendalikan Sabu di Malaysia hingga Berakhir di Myanmar
Usai Bongkar Jaringan Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Lengser dari Kursi Dirtipidnarkoba Bareskrim
Gerebek Kasino di Batam, Bareskrim Polri Amankan 197 Orang dan Sita Rp7,7 Miliar
Korupsi Proyek SPAM, PT Tanjungkarang Perberat Hukuman Eks Bupati Pesawaran Jadi 13 Tahun Penjara
Kapolri Mutasi Sejumlah PJU Polda Lampung, Jabatan Irwasda hingga Kapolres Tanggamus Diganti! 
Polisi Selidiki Tewasnya Warga di Pejompongan, Tangkap 322 Orang, 122 Diantaranya Anak di Bawah Umur!
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:57 WIB

Berkas Korupsi PT LEB Eks Gubernur Lampung Dilimpahkan ke Pengadilan, 25 Jaksa Disiapkan Kejari Bandar Lampung

Selasa, 1 September 2026 - 23:58 WIB

Diduga Bantu Napi Narkoba Encek Pelesiran hingga Kabur, Tiga Pejabat Rutan Sukadana Dicopot

Selasa, 1 September 2026 - 20:57 WIB

Jejak Pelarian Encek: Kabur dari Sel di Lamtim, Kendalikan Sabu di Malaysia hingga Berakhir di Myanmar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Usai Bongkar Jaringan Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Lengser dari Kursi Dirtipidnarkoba Bareskrim

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Gerebek Kasino di Batam, Bareskrim Polri Amankan 197 Orang dan Sita Rp7,7 Miliar

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Terkendala Aturan Baru, 380 Dapur MBG di Lampung Gagal Beroperasi!

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:02 WIB