Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus penyerangan air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Hal tersebut ditegaskan JK saat ditemui wartawan di kediamannya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
JK menyampaikan keprihatinannya atas insiden teror yang kembali menargetkan aktivis. Ia menilai kasus ini sebagai permasalahan serius yang harus segera diungkap, seraya menyinggung kasus serupa yang pernah menimpa mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan di masa lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Tentu kita pertama prihatin dan menyayangkan itu terjadi. Harapan kita polisi betul-betul (bertindak), karena ini setelah (kasus) KPK dulu, Saudara Novel Baswedan, sekarang kena lagi,” ujar JK.
Lebih lanjut, JK menduga kuat serangan tersebut tidak terjadi secara kebetulan dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas korban sebagai seorang aktivis. Ia menekankan perlunya aparat kepolisian untuk bergerak aktif mencari tahu motif serta aktor di balik penyerangan tersebut.
”Berarti ada kelompok atau siapa, itu kita tidak tahu. Tentu ada hubungannya dengan kegiatan yang bersangkutan. Jadi perlu kita lihat siapa yang dirugikan atau siapa yang bertindak begitu. Tinggal polisi yang harus aktif untuk melihatnya,” tambahnya.
Di samping membahas penyerangan aktivis KontraS, JK juga sempat merespons langkah Presiden yang mengumpulkan para tokoh untuk memberikan penjelasan terkait kebijakan-kebijakan pemerintah.
Menurut JK, memberikan penjelasan kepada masyarakat adalah langkah yang bagus, namun sebuah kebijakan akan tetap dikritik apabila pelaksanaan esensinya di lapangan belum terselesaikan dengan baik.
Pernyataan ini sekaligus membuat harapan publik agar aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan transparan dalam memberikan jaminan keamanan bagi para pegiat Hak Asasi Manusia di Indonesia.(*)






