Terlibat Diberbagai Konflik, China Sebut AS dan Israel Kecanduan Perang!

- Editor

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Kolonel Wu Qian (Dok. CCTV)

Hariannarasi.com, China – Pemerintah China memberikan reaksi keras dan kecaman terhadap aksi militer Amerika Serikat (AS) serta Israel yang menargetkan Iran. China menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan nasional Iran serta hukum internasional yang berlaku. 

Dalam pernyataan resminya, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Kolonel Wu Qian menjelaskan, pihaknya menuding Amerika Serikat sebagai aktor utama di balik ketidakstabilan global dan kekacauan tatanan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

China juga mengkritik sejarah militer AS yang dinilai lebih sering terlibat dalam peperangan dibandingkan perdamaian, serta keberadaan ratusan pangkalan militer di luar negeri yang dianggap merusak stabilitas kawasan.

“Kami mengutuk pembunuhan pemimpin tertinggi Iran yang terjadi dalam serangan tersebut. Tindakan tersebut telah menginjak-injak prinsip Piagam PBB dan norma dasar hubungan internasional,” ungkapnya.

China menegaskan, serangan militer yang dilakukan tanpa mandat dari Dewan Keamanan PBB merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional yang nyata.

Di tengah situasi yang kian memanas, China mendesak semua pihak untuk segera menghentikan aksi militer guna menghindari eskalasi konflik yang lebih luas. “Kami mendesak agar tindakan militer segera dihentikan demi menjaga perdamaian di Timur Tengah dan dunia,” jelas Kolonel Wu Qian.

China juga menyatakan kekhawatiran serius terhadap keselamatan Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan energi dan logistik internasional yang vital bagi ekonomi global.

Terkait perlindungan warga negara, pemerintah China melaporkan telah mengevakuasi lebih dari 3.000 warganya dari Iran hingga tanggal 2 Maret 2026. Ditengah proses tersebut, satu warga negara China dilaporkan tewas akibat terkena dampak konflik militer di Teheran.

Sebagai langkah diplomatik, China bersama Rusia telah mendorong diadakannya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas krisis yang terjadi di Iran.

Pihak Beijing pun mengonfirmasi bahwa mereka tidak mendapatkan pemberitahuan awal dari Amerika Serikat mengenai rencana operasi militer tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gegara Pasokan Gas Dipangkas, Singapura Ancam Putus Kabel Internet Indonesia?
Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Tewas dan 309 Luka, Bandara Lumpuh Total!
Jadi Tentara Bayaran Rusia, WNI Asal Natuna Tewas Dihantam Drone Ukraina!
Sempat Mangkrak 2 Dekade, Proyek Tambang Rp268 T Ini Disulap Trump Jadi Pabrik Baja Terbesar AS!
Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!
Serukan Kemerdekaan Palestina, Media Israel Sindir Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak ‘Free Palestine’
Netanyahu dan Warga Israel Gelar Doa Bersama di Komplek Masjidil Aqsa, Arab Saudi Meradang!
Intelijen Iran Unit 4.000 IRGC Bidik Pelabuhan Tanjung Priok, Tiga WNI Dilaporkan Direkrut
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Gegara Pasokan Gas Dipangkas, Singapura Ancam Putus Kabel Internet Indonesia?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Tewas dan 309 Luka, Bandara Lumpuh Total!

Rabu, 30 September 2026 - 09:56 WIB

Jadi Tentara Bayaran Rusia, WNI Asal Natuna Tewas Dihantam Drone Ukraina!

Rabu, 30 September 2026 - 09:07 WIB

Sempat Mangkrak 2 Dekade, Proyek Tambang Rp268 T Ini Disulap Trump Jadi Pabrik Baja Terbesar AS!

Selasa, 22 September 2026 - 11:37 WIB

Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!

Berita Terbaru