Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Unit 4.000, divisi operasi khusus dari organisasi intelijen Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dilaporkan tengah menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok, Indonesia, sebagai pusat target operasi maritim baru mereka.
Selain mengincar fasilitas pelabuhan, unit intelijen tersebut juga diketahui merekrut sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menjalankan misi rahasia di kawasan Asia Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan laporan media Iran International yang dirilis pada 31 Agustus 2026, ekspansi operasi maritim asing ini berada di bawah pengawasan langsung oleh Komandan Unit 4.000 IRGC, Brigadir Jenderal Rahman Mokhadam.
Sempat dikabarkan tewas akibat serangan Israel, Mokhadam dilaporkan selamat dan kini tengah memimpin fase baru program operasi di luar negeri yang bertujuan untuk memperluas jangkauan Unit 4.000 ke perairan Asia Timur.
Sebagian besar aktivitas tersebut direncanakan akan berpusat di Indonesia. Untuk melancarkan misinya, Mokhadam dilaporkan menggunakan jaringan dua ulama asal Indonesia guna mengidentifikasi calon rekrutan lokal.
Terdapat tiga WNI yang disebut telah berhasil direkrut, yakni Pandu Yuda Winata, Adianta Mutoha, dan Muhammad Hussein.
Ketiga WNI tersebut dilaporkan telah diberangkatkan ke Teheran, Iran, untuk menjalani serangkaian pembekalan.
Pelatihan di Iran tersebut secara khusus bertujuan untuk mempersiapkan para rekrutan dalam menjalankan berbagai operasi rahasia di pelabuhan serta jalur perairan strategis di seluruh wilayah Asia Timur. (*)






