Caption : Ilustrasi
Hariannarasi.com, Washington DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial dengan mengusulkan perubahan nama jalur perairan strategis Selat Hormuz menjadi Selat Trump.
Usulan tersebut disampaikan bersamaan dengan klaim sepihaknya bahwa salah satu titik panas konflik di Timur Tengah itu kini sepenuhnya berada di bawah kendali Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut diunggah Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Rabu (2/9/2026) pagi waktu setempat.
”Sekarang setelah kita menguasainya di bawah kendali AS, haruskah kita mengganti nama Selat Hormuz menjadi SELAT TRUMP???” tulis Trump.
Ia menyebut nama tersebut lebih keren dan menegaskan bahwa dominasi AS akan membawa eskalasi baru.
“Seperti Amerika sendiri, situasinya akan ‘lebih panas’ dari sebelumnya! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Presiden DONALD J. TRUMP,” lanjutnya dalam unggahan tersebut.
Klaim penguasaan dan usulan nama baru ini dilontarkan di tengah memuncaknya ketegangan militer antara Washington dan Teheran.
Sebelumnya, Trump telah menyatakan bahwa armada Angkatan Laut AS berhasil meledakkan seluruh ranjau laut yang ditebar oleh Iran di Selat Hormuz dan mulai menerapkan blokade maritim terhadap komoditas impor-ekspor Teheran.
Manuver pengubahan nama wilayah oleh Trump ini merupakan yang kedua kalinya dalam sepekan terakhir.
Kurang dari seminggu sebelumnya, Trump juga menuai polemik setelah menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi ‘Danau Amerika’ di tengah memanasnya perseteruan politik dan ekonomi AS dengan Kanada. (*)






