Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar dan Pertalite di wilayahnya dalam kondisi mencukupi.
Antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU dipastikan bukan karena kelangkaan pasokan, melainkan akibat lonjakan jumlah konsumen dan durasi pelayanan sistem barcode.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung, Kombes Pol Heri Rusyaman, menyatakan kesimpulan tersebut didapat setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Menurutnya, disparitas harga yang terlampau jauh memicu migrasi konsumen besar-besaran.
”Ada fenomena peralihan konsumen. Mobil pribadi melihat gap harga yang sangat jauh, dari BBM nonsubsidi di kisaran Rp23.000 beralih ke Bio Solar yang harganya Rp6.700 atau Rp6.800 per liter,” tegas Heri.
Faktor kedua yang memicu penumpukan kendaraan adalah proses pemindaian (scan) barcode MyPertamina yang memakan waktu cukup lama.
Berdasarkan temuan di lapangan, proses administrasi hingga pengisian BBM memakan waktu rata-rata 12 hingga 15 menit untuk setiap satu unit mobil.
Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena panic buying. Kekhawatiran akan isu kekosongan stok membuat sebagian masyarakat nekat memarkirkan kendaraannya di SPBU sejak malam hari demi mendapatkan BBM.
Sebagai langkah mitigasi untuk mengurai antrean yang luar biasa tersebut, Polda Lampung tengah berkoordinasi dengan instansi dan pemangku kepentingan terkait.
Heri menyebutkan, pihaknya sedang mengkaji sejumlah opsi solusi operasional, termasuk wacana penerapan sistem ganjil-genap untuk kendaraan pengisi BBM serta evaluasi sistem antrean barcode. (*)






