Siswa SMA di Pesawaran Dianiaya Brutal Hingga Cacat, Pelaku Tantang Aparat: Saya Kebal Hukum!

- Editor

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist (Dok. Liputan6)

Hariannarasi.com, Pesawaran – Ada yang lebih menyakitkan daripada retaknya tulang kering bagi EA, seorang ayah di Pesawaran, Lampung. Yakni, menyaksikan masa depan putranya yang masih duduk di bangku SMA, berinisial SAA (16), kini harus terbaring lumpuh sementara akibat kebrutalan yang sukar nalar. 

Rabu malam itu (14/1), di sebuah gang buntu Desa Suka Banjar, mesin motor SAA bahkan belum sempat mendingin. Remaja ini baru saja tiba untuk sekadar melepas penat bersama kawan sebayanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ketenangan desa pecah saat seorang pria dewasa berinisial AS datang membawa teror. Tanpa basa-basi, tanpa adu mulut yang mendahului, sebuah rantai kapal mendarat telak di kaki SAA.

Kebrutalan itu bukan sekadar luapan emosi sesaat. Saksi mata menyebut AS tak hanya bersenjatakan rantai, namun juga sempat mengacungkan senjata tajam dan bongkahan batu.

SAA yang mencoba lari menyelamatkan nyawa harus tumbang; paha dan betis kanannya remuk. Hasil medis kemudian mengonfirmasi kenyataan pahit, tulang kaki sang remaja retak, sebuah cedera yang memaksanya menanggalkan seragam sekolah untuk waktu yang belum ditentukan.

Namun, drama tragis ini mencapai puncak kegilaannya justru pasca-kejadian. Saat warga mencoba menegur aksi barbar tersebut, AS justru menunjukkan sikap yang menantang akal sehat.

Alih-alih merasa gentar atau menyesal, ia sesumbar dengan narasi yang kerap kita dengar dari mulut mereka yang merasa di atas angin, yakni “Kebal hukum.”

“Anak saya tidak bisa jalan sama sekali sekarang. Kakinya bengkak parah,” tutur EA dengan nada bicara yang berat, saat ditemui awak media, Jumat (16/1).

Baginya, laporan ke Polres Pesawaran dengan nomor LP/B/12/I/2026 bukan sekadar mencari penebusan atas rasa sakit anaknya, melainkan sebuah ujian bagi kepolisian: apakah hukum memang bisa dibeli oleh kesombongan?

​Iptu Pande Putu Yoga, Kasatreskrim Polres Pesawaran, bergerak cepat merespons keresahan ini. Timnya telah turun ke lapangan, melakukan olah TKP, dan mengawal visum korban di RSUD Pesawaran. Kini, kasus ini tengah digodok di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

​”Kami sedang mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk segera meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan,” tegas Iptu Pande.

Kini, publik Lampung menanti. Ditengah suara lantang pelaku yang mengaku tak tersentuh hukum, kredibilitas aparat sedang dipertaruhkan.

Sebab, jika seorang pria dewasa dibiarkan meretakkan kaki seorang anak dengan rantai kapal dan melenggang bebas hanya karena sebuah ‘sesumbar’, maka kita sedang berjalan menuju rimba, bukan negara hukum. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Biadab! Suami Diikat Bersimbah Darah, Istri Dirudapaksa Perampok di Depan Mata
Diduga Lakukan Penghinaan, Polda Metro Jaya Telaah Laporan PWI Terhadap Hotman Paris
Dinilai Rendahkan Profesi Jurnalis, PWI Pusat Resmi Laporkan Hotman: “Jaga Mulut, Kaya Orang Paling Hebat Saja!”
Sudah Dua Tahun! Misteri Pembunuhan Riyas Nuraini Tak Kunjung Terungkap
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Ini Kata Kejagung!
Korupsi Rekrutmen Honorer Kota Metro, Polda Lampung Periksa Sekda Lampteng Welly Adiwantra Sebagai Tersangka
Tersangka di Polri, Jadi Saksi di Kejagung! Status Hukum Eks Jampidsus Febrie Berubah
Promosi Jabatan, Deni Alfianto Jadi Kasi Barang Bukti Kejari Palu
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:28 WIB

Biadab! Suami Diikat Bersimbah Darah, Istri Dirudapaksa Perampok di Depan Mata

Selasa, 21 Juli 2026 - 00:26 WIB

Diduga Lakukan Penghinaan, Polda Metro Jaya Telaah Laporan PWI Terhadap Hotman Paris

Senin, 20 Juli 2026 - 19:08 WIB

Dinilai Rendahkan Profesi Jurnalis, PWI Pusat Resmi Laporkan Hotman: “Jaga Mulut, Kaya Orang Paling Hebat Saja!”

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:30 WIB

Sudah Dua Tahun! Misteri Pembunuhan Riyas Nuraini Tak Kunjung Terungkap

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:13 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Ini Kata Kejagung!

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Buntut 21 Kasus Keracunan, Program MBG di Lampung Dievaluasi Total!

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:34 WIB