Caption : ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan kritik tajam terhadap efektivitas penyaluran Dana Desa selama satu dekade terakhir. Dalam pernyataannya, kemarin (13/2).
Presiden menyebut bahwa sebagian besar anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat tersebut tidak sampai ke tangan masyarakat di tingkat akar rumput.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prabowo menyoroti adanya inefisiensi dan kebocoran dalam rantai distribusi anggaran desa yang telah berlangsung selama 10 tahun.
Menurutnya, meskipun pemerintah terus menggelontorkan dana dalam jumlah besar setiap tahunnya, dampak nyata bagi kesejahteraan warga desa dinilai belum optimal.
”Selama 10 tahun terakhir, kita melihat banyak sekali dana desa yang ternyata tidak sampai ke rakyat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Presiden Prabowo di Jakarta.
Terkait temuan tersebut, Presiden menginstruksikan kementerian terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan mekanisme penyaluran dana.
Fokus utama pemerintah ke depan adalah memperpendek birokrasi dan memperketat transparansi guna memastikan setiap rupiah dari anggaran desa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat untuk pembangunan infrastruktur lokal dan pemberdayaan ekonomi.
Kritik ini muncul di tengah upaya pemerintah dalam menyusun kebijakan anggaran desa untuk tahun 2026, yang diproyeksikan akan lebih mengedepankan akuntabilitas digital dan keterlibatan langsung masyarakat dalam pengawasan penggunaan dana. (*)






