Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Telan Anggaran Rp1,064 Triliun!

- Editor

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,064 triliun untuk program pendidikan bela negara bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Dana triliunan rupiah tersebut digunakan untuk membiayai pelatihan puluhan ribu peserta selama 45 hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kemenhan, Mayor Jenderal I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, menyebutkan, rata-rata biaya yang dihabiskan untuk setiap peserta adalah sekitar Rp 30 juta.

​Biaya per individu tersebut telah mencakup seluruh tahapan seleksi, perlengkapan perorangan lapangan (pakaian seragam), biaya pendidikan, perjalanan dinas, hingga pemberian uang saku kepada peserta sebesar Rp 1,5 juta.

​“Jadi itu digunakan untuk banyak hal, ya,” ujar Wisnu saat ditemui di Kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

​Terkait sumber dana, Wisnu memastikan bahwa anggaran program pelatihan ini diajukan secara terpisah ke Kementerian Keuangan.

Ia menegaskan, program ini tidak memangkas atau membebani Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) belanja rutin pertahanan di Kemenhan maupun TNI.

​Program pendidikan bagi para calon manajer Kopdes dan kampung nelayan ini telah berlangsung selama 45 hari, yakni sejak 17 Juni hingga 31 Juli 2026.

Skema pelatihan dibagi menjadi dua tahap, yaitu 30 hari latihan dasar militer atau bela negara, dilanjutkan dengan 15 hari pelatihan manajerial.

​Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemenhan, Mayor Jenderal Ketut Gede Wetan Pastia, memaparkan rincian jumlah peserta dalam program ini.

Dari target awal sebanyak 35.476 orang, peserta yang hadir mengikuti pelatihan berjumlah 33.846 orang. Sementara itu, 1.369 orang lainnya tercatat tidak hadir sejak program dibuka.

​Dari total puluhan ribu peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 33.785 calon manajer dinyatakan lulus.

​”Jadi memang ada 61 rekan-rekan ini tidak bisa lanjut karena berbagai alasan,” ungkap Ketut menjelaskan adanya peserta yang gugur di tengah jalan akibat masalah kesehatan hingga mengundurkan diri. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mengapa Presiden Copot Menkeu Purbaya, Ini Penyebabnya!
Heboh Kasus Anak Sakit Usai Santap MBG, Sudaryono: Program Aman, yang Membesar-besarkan Cuma Wartawan, Guru dan Ortu Siswa
Purbaya Dicopot, Presiden Prabowo Resmi Lantik Suahasil Nazara Sebagai Menkeu
Ada Apa di Tangerang? 6 Pejabat Pemkab Tanggamus Terbang Kesana? Ini misinya!
Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi
BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!
Pemprov Lampung Setujui Pembahasan 12 Raperda Inisiatif DPRD, Soroti Soal Anti LGBT hingga Regulasi Tumpang Tindih
Pendapatan Turun Tapi Belanja Malah Naik, Ada Apa dengan APBD Perubahan Lampung 2026?
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 21:57 WIB

Mengapa Presiden Copot Menkeu Purbaya, Ini Penyebabnya!

Senin, 14 September 2026 - 12:26 WIB

Heboh Kasus Anak Sakit Usai Santap MBG, Sudaryono: Program Aman, yang Membesar-besarkan Cuma Wartawan, Guru dan Ortu Siswa

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WIB

Purbaya Dicopot, Presiden Prabowo Resmi Lantik Suahasil Nazara Sebagai Menkeu

Jumat, 11 September 2026 - 11:46 WIB

Ada Apa di Tangerang? 6 Pejabat Pemkab Tanggamus Terbang Kesana? Ini misinya!

Jumat, 11 September 2026 - 07:52 WIB

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi

Berita Terbaru