Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Ketangkasan aparat kepolisian dalam mengendus peredaran gelap narkotika kembali membuahkan hasil. Sebanyak 30 paket besar ganja gagal beredar setelah disergap petugas di kawasan Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa, pada Rabu (7/1) pagi.
Penyergapan ini bukanlah kebetulan semata, melainkan buah dari pengintaian presisi yang dilakukan petugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data yang dihimpun, operasi ini merupakan hasil pengembangan dari jaringan yang sebelumnya diungkap oleh Polresta Jambi.
Diketahui, barang haram tersebut dikirim dari Pekanbaru dengan pengawasan ketat petugas secara senyap (undercover delivery).
Setibanya paket di sebuah titik pemberhentian bus di wilayah Rajabasa, seorang pria tampak mendekat dan hendak mengeksekusi pengambilan barang. Tak ingin kehilangan momentum, petugas langsung melakukan penyergapan di lokasi.
Barang Bukti dan Tersangka
Dalam rekaman visual yang beredar, suasana tegang terlihat saat petugas membongkar paksa karung-karung berisi kardus besar di hadapan tersangka. Setelah disayat, tumpukan paket ganja siap edar ditemukan tersusun rapi di dalamnya.
Di lokasi yang sama, seorang pria yang diduga kuat sebagai kurir atau penerima barang hanya bisa tertunduk lesu. Dengan tangan terborgol dan pengawalan ketat, ia langsung digelandang petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Petugas sudah mengikuti pergerakan paket ini sejak awal. Begitu pelaku muncul untuk mengambil barang di titik pemberhentian bus, tim langsung bergerak mengamankan lokasi,” ujar sumber informasi di lapangan.
Guna pendalaman lebih lanjut, tersangka berikut 30 paket besar ganja tersebut saat ini diamankan di Polsek Kedaton.
Polisi masih terus menggali keterangan dari pelaku untuk memetakan jaringan yang lebih besar, mengingat alur pengiriman ini melibatkan lintas provinsi, mulai dari Riau, Jambi, hingga Lampung.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa Lampung tetap menjadi jalur krusial sekaligus titik rawan perlintasan narkotika dari wilayah utara Sumatera menuju Pulau Jawa. (*)






