Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Sabtu (5/9/2026) pagi.
Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus meliburkan aktivitas sekolah sementara dan mendistribusikan ribuan masker kepada warga terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Tanggamus, Saleh Asnawi, langsung menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Camat Pematang Sawa untuk turun ke lokasi.
Penghentian aktivitas belajar mengajar diambil sebagai langkah pencegahan utama guna melindungi anak-anak dari risiko inspeksi saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
”Masyarakat kami imbau tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan hanya mempercayai informasi dari sumber resmi seperti BPBD dan BMKG,” tegas Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid.
Distribusi 1.650 Masker dan Layanan Kesehatan
Hujan abu mulai menyelimuti wilayah Pematang Sawa, termasuk Pulung Bayang dan Cukupala di kawasan Pulau Tabuan, sejak pukul 06.00 WIB. Turunnya abu dengan intensitas cukup tebal ini juga disertai rentetan gempa berskala kecil.
Dinas Kesehatan melalui UPTD Puskesmas Martanda merespons cepat dengan menerjunkan bidan desa dan perawat untuk membuka posko kesehatan darurat.
Tercatat, sedikitnya 1.650 masker beserta obat-obatan seperti Intunal, Salbutamol, CTM, dan vitamin telah didistribusikan ke delapan titik, meliputi:
- Pekon Tirom Jaya: 250 masker
- Pekon Way Asahan: 200 masker
- Karang Brak: 250 masker
- Pekon Martanda (2 titik): 450 masker
- Kaur Gading: 300 masker
- Tampang Tua: 200 masker
- Tampang Muda: 250 masker
Status Gunung Level III (Siaga)
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau telah berlangsung secara menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB.
Pantauan pada Sabtu dini hari (00.00–06.00 WIB) mencatat adanya fenomena lava fountain (pancaran lava) pada malam hari, disertai dentuman dan suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan di Pasauran.
Saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas yang melarang masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk mendekati gunung atau melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Tanggamus bersama instansi terkait masih terus bersiaga dan melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan abu vulkanik serta kondisi kesehatan warga di lapangan. (*)






