Prabowo Perintahkan Rasionalisasi BUMN, dari 1.000 menjadi 200 Perusahaan!

- Editor

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar untuk merombak sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Dalam dialognya dengan CEO Forbes, Steve Forbes, di acara Forbes Global CEO Conference 2025, Prabowo menyatakan telah memberikan arahan tegas untuk mengurangi jumlah perusahaan pelat merah secara signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara yang berlangsung di The St. Regis, Jakarta, pada Rabu (15/10/2025) itu menjadi panggung bagi Prabowo untuk memaparkan visinya.

Ia telah menugaskan CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, untuk memimpin program rasionalisasi ini.

“Jadi saya sudah memberikan arahan kepada CEO Danantara untuk merasionalisasi semua. Kurangi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi angka yang lebih rasional, mungkin sekitar 200, 230, atau 240,” tegas Prabowo kepada Steve Forbes.

Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya BUMN dikelola dengan standar profesionalisme kelas dunia.

Untuk mencapai hal tersebut, ia memerintahkan Danantara Indonesia agar merekrut talenta-talenta terbaik, bahkan membuka pintu bagi tenaga ahli asing untuk memimpin perusahaan negara.

“Sekarang ekspatriat, orang non-Indonesia bisa memimpin BUMN kita,” ungkapnya.

Langkah ini, menurut Prabowo, adalah kunci untuk mendongkrak kinerja BUMN yang selama ini dinilai kurang memuaskan.

“Jadi saya yakin bahwa tingkat pengembalian 1% atau 2% itu bisa meningkat, harus meningkat,” ujarnya, seraya menyinggung adanya “semacam disconnect antara pelaku ekonomi dan pelaku politik” yang terkadang menjadi kendala.

Efisiensi Hemat Rp 8,28 Triliun per Tahun

Rencana rasionalisasi ini menyusul langkah-langkah efisiensi yang telah dijalankan sebelumnya.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, yang juga hadir dalam konferensi tersebut, mengungkapkan bahwa pemerintah telah berhasil menghemat anggaran besar dengan memangkas separuh jumlah komisaris di BUMN dan menghapus tantiem (bonus) untuk pejabat.

Menurut Rosan, kebijakan perampingan manajemen ini saja mampu memberikan penghematan hingga US$ 500 juta, atau setara dengan Rp 8,28 triliun, setiap tahunnya.

“Jadi kita memiliki 1.000 perusahaan, katakanlah setiap perusahaan punya lima komisaris, jika dikali 1.000, maka ada lima ribu komisaris. Tapi kita menghemat setiap tahun itu 500 juta dolar AS hanya dengan melakukan ini,” jelas Rosan.

Ia menambahkan bahwa sebelum kebijakan ini diterapkan, jumlah dewan komisaris di satu perusahaan bisa sangat tidak efisien, mencapai 12 hingga 14 orang. Padahal, peran utama mereka adalah untuk pengawasan.

“Semua BUMN harus berjalan sebagai perusahaan dengan tata kelola yang baik, transparan, dan juga bertanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027
Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data
Fantastis! Kredit Bank di Lampung Tembus Rp114,57 Triliun, Sektor Ini Jadi Juaranya!
Pos Indonesia Rugi Rp37,72 Miliar Imbas Kecurangan Pegawai, Danantara Turun Tangan Lakukan Audit!
Bantah Patriot Bond Jadi Wadah Cuci Uang, Menkeu Purbaya Sentil Peran Singapura di FATF
BPR Bermodal di Bawah Rp6 Miliar Terancam Sanksi, OJK Perketat Aturan!
Dampak Raksasa Industri Ojol, Hasilkan PDB Rp565 Triliun!
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:31 WIB

Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:15 WIB

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:23 WIB

Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:09 WIB

Fantastis! Kredit Bank di Lampung Tembus Rp114,57 Triliun, Sektor Ini Jadi Juaranya!

Senin, 6 Juli 2026 - 08:05 WIB

Pos Indonesia Rugi Rp37,72 Miliar Imbas Kecurangan Pegawai, Danantara Turun Tangan Lakukan Audit!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

BGN Usut Dugaan Pelanggaran di 5.355 SPPG, Hasil Temuan Kejagung!

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:04 WIB