Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027

- Editor

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tengah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027.

Langkah ini diambil guna memperkuat ekosistem syariah sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Penyusunan RAD tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) yang dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, di Ruang Abung Balai Keratun, Bandar Lampung, pada Selasa (21/7/2026).

​Dalam sambutannya, Jihan menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar agenda pemenuhan administrasi daerah maupun sebatas program bagi masyarakat muslim, melainkan instrumen strategis untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

​”Ekosistem ekonomi syariah ini tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya lembaga keuangan syariah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh rantai nilai saling terintegrasi,” ujar Jihan.

​Integrasi yang dimaksud Jihan meliputi peningkatan sertifikasi halal, kemudahan akses pembiayaan syariah, literasi keuangan yang memadai, digitalisasi, hingga menciptakan industri halal yang kompetitif di Provinsi Lampung.

​Jihan menjelaskan, Lampung sedikitnya memiliki lima potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah di Sumatra.

Potensi itu mencakup peran Lampung sebagai lumbung pangan penopang rantai pasok halal (halal value chain), pesatnya UMKM, jaringan pesantren, potensi ekspor unggulan, serta optimalisasi zakat dan wakaf produktif.

​Komitmen Lampung dalam mengembangkan sektor ini mulai terlihat nyata setelah baru-baru ini berhasil meraih tiga penghargaan di ajang nasional Anugerah Adinata Syariah 2026.

Salah satunya, Lampung dinobatkan sebagai The New Emerging Sharia Economic Region atau daerah pengembang utama ekonomi syariah baru.

​Guna memaksimalkan target pada 2027, Jihan menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja sama, termasuk menargetkan pengembangan sektor pariwisata halal. Ia meminta RAD 2027 yang dirumuskan ini dapat diaplikasikan secara nyata dan terukur.

​Sementara itu, Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Lampung, H. Ardiansyah, menambahkan, pencapaian ekosistem syariah yang kuat membutuhkan sinergi dan komitmen kolektif.

​Menurutnya, meski pangsa pasar (market share) keuangan syariah di Lampung saat ini belum cukup besar, hal tersebut justru harus dilihat sebagai peluang yang luas untuk dieksplorasi secara maksimal.

​”Keberhasilan pengembangan ekonomi syariah tidak hanya ditentukan oleh satu lembaga, melainkan sangat bergantung pada komitmen, kolaborasi, dan sinergi seluruh anggota KDEKS beserta para mitra strategisnya,” pungkas Ardiansyah. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar
Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?
Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI
Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!
Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura
Menkeu Purbaya Tambah Suntikan Dana SAL Rp 70 Triliun ke Himbara, BTN dan BSI Dapat Jatah
Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 08:43 WIB

Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Terkendala Aturan Baru, 380 Dapur MBG di Lampung Gagal Beroperasi!

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:02 WIB

PENDIDIKAN

Bursa Rektor Unila Memanas, 6 Nama Ini Siap Bertarung!

Jumat, 4 Sep 2026 - 15:51 WIB