Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun

- Editor

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp196,5 triliun, atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per Juni 2026.

Meski mencatatkan defisit, keseimbangan primer APBN tetap surplus sebesar Rp85,1 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Purbaya menegaskan, defisit tersebut masih dalam batas terkendali. Hal ini ditopang oleh kuatnya pendapatan negara serta pengelolaan belanja yang produktif dan terukur.

​”Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja yang produktif, dan belanja yang dikelola secara terukur, defisit tetap terkendali sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen dari PDB,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

​Terkendalinya defisit sejalan dengan kinerja pendapatan negara yang menunjukkan tren positif. Total pendapatan negara hingga Juni 2026 menembus Rp1.459,4 triliun.

Bisa disebut mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 21,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

​Penerimaan negara tersebut ditopang oleh empat komponen utama, yaitu:

  1. ​Penerimaan Perpajakan, Rp1.187,8 triliun (ditopang penerimaan pajak Rp1.035,7 triliun yang naik 24,6%).
  2. ​Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Rp271 triliun (meningkat 21,6%).
  3. ​Penerimaan Kepabeanan dan Cukai, Rp145 triliun (tumbuh 3,4%).
  4. ​Penerimaan Hibah, Rp7 miliar (tumbuh 10,2%).

​Sementara itu, dari sisi pengeluaran, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp1.656 triliun, tumbuh 17,8 persen secara tahunan. Pengeluaran ini didominasi oleh Belanja Pemerintah Pusat yang mencapai Rp1.298,6 triliun (naik 29,4%).

Belanja pusat tersebut dialokasikan untuk belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp658,9 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp639,7 triliun. Adapun Transfer ke Daerah (TKD) tercatat senilai Rp357,4 triliun (tumbuh 11,2 persen).

​Kinerja fiskal yang solid ini dinilai berperan penting dalam mempertahankan peringkat kredit (Sovereign Credit Rating) Indonesia, yakni pada level BBB untuk utang jangka panjang dan A-2 untuk utang jangka pendek. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok! Tertekan Lonjakan Harga Minyak?
Pabrik Sepatu PT PWI 6 Tutup Permanen, 1.100 Pekerja Kena PHK!
IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!
Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!
IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI
IHSG Dibuka Anjlok 4,39 Persen ke Level 4.957, Saham BBCA Rontok Sentuh ARB!
Tancap Gas! Pemprov Lampung Kebut Kawasan Industri Raksasa Katibung, dari Kilang Minyak hingga Pabrik Bioetanol
IHSG Anjlok 8 Persen! Pimpinan DPR, Danantara, OJK dan Kapolri Datangi BEI
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok! Tertekan Lonjakan Harga Minyak?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Pabrik Sepatu PT PWI 6 Tutup Permanen, 1.100 Pekerja Kena PHK!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:08 WIB

IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI

Berita Terbaru