Siapkan Pemimpin Birokrasi Adaptif dan Berwawasan Lingkungan, Pemprov Lampung Buka PKN Tingkat II 2026

- Editor

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2026 di Gedung Pusiban, Bandar Lampung, Selasa (14/7/2026).

Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak pejabat birokrasi yang adaptif, inovatif, dan tanggap terhadap tantangan global, khususnya dalam isu tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, yang mewakili Gubernur Lampung.

PKN Tingkat II kali ini diikuti oleh 47 peserta yang terdiri dari jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov Lampung, pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, serta perwakilan kementerian. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 13 November 2026.

​Mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif untuk Mendukung Transformasi Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan”, pelatihan ini menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi harus bertransformasi menjadi motor perubahan.

​“Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memperoleh manfaat nyata berupa penguatan kapasitas berpikir strategis, kemampuan membangun kolaborasi, ketajaman dalam membaca perubahan, serta keberanian untuk menghadirkan solusi yang adaptif dan berkelanjutan,” kata Marindo saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung.

​Marindo menegaskan bahwa tolak ukur keberhasilan pembangunan daerah saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada angka pertumbuhan ekonomi.

Birokrasi masa kini dituntut mampu menjaga ekosistem dan memitigasi dampak perubahan iklim secara terpadu, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Ia pun berpesan agar proyek perubahan yang digagas para peserta mampu menjadi inovasi yang aplikatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

​Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Army Winarty, menyoroti urgensi pemahaman isu ekologis oleh para pimpinan birokrasi.

​“Lingkungan hidup hari ini adalah sebuah isu pembangunan, isu ekonomi, isu fiskal, isu terkait dengan keamanan manusia, isu kesehatan, isu energi, sekaligus isu tata kelola pemerintahan,” tegas Army.

​Melihat ancaman perubahan iklim global dan cuaca ekstrem, Army menegaskan bahwa penanganan masalah lingkungan tidak bisa lagi hanya bersifat kedaruratan jangka pendek.

Kebijakan negara harus bertransformasi menjadi kebijakan strategis yang berbasiskan data valid (evidence-based policy).

​Oleh karena itu, ia mendorong orientasi peserta PKN Tingkat II untuk bergeser dari pendekatan sektoral dan reaktif menjadi kolaboratif dan antisipatif.

​”Birokrasi masa depan tidak butuh pemimpin yang hanya nyaman dengan rutinitas. Pemimpin adaptif adalah pemimpin yang berani membuang logika hari kemarin, berani berinovasi, dan siap membentangkan layar transformasi,” tutupnya.

​Sebagai informasi, selama masa pelatihan para peserta akan dibekali kurikulum komprehensif dari LAN RI.

Materi yang diajarkan meliputi pengelolaan integritas diri, kepemimpinan strategis digital, manajemen publik, hingga tata kelola pemerintahan berbasis digital (e-government). (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemerintah Targetkan 40 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi pada Akhir 2026
Prabowo Beri Peringatan Keras Soal Program MBG: Sekarang Banyak yang Nyusup Jadi Maling!
Berantas Pembalakan Liar, Prabowo Akan Tambah Polisi Kehutanan Menjadi 70.000 Personel!
Otorita IKN Bantah Isu Mangkrak, Tegaskan Pembangunan Terus Berjalan
Siap-Siap Kantongi Rp900 Ribu! Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima BLT Kesra Juli 2026
Niat Hati Makan Gaji Buta, 9 ASN Ini Kini Masuk Jeruji Besi!
DPR Usulkan Hapus Latsarmil Manajer Kopdes, Sebut Anggaran Capai Rp 30 Juta Per Orang Per Bulan! 
Luhut Buka Suara! Anggaran Rp 120 T Program MBG Belum Sentuh Petani dan UMKM
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:43 WIB

Siapkan Pemimpin Birokrasi Adaptif dan Berwawasan Lingkungan, Pemprov Lampung Buka PKN Tingkat II 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:17 WIB

Pemerintah Targetkan 40 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi pada Akhir 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:41 WIB

Prabowo Beri Peringatan Keras Soal Program MBG: Sekarang Banyak yang Nyusup Jadi Maling!

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:29 WIB

Berantas Pembalakan Liar, Prabowo Akan Tambah Polisi Kehutanan Menjadi 70.000 Personel!

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:57 WIB

Otorita IKN Bantah Isu Mangkrak, Tegaskan Pembangunan Terus Berjalan

Berita Terbaru