Luhut Buka Suara! Anggaran Rp 120 T Program MBG Belum Sentuh Petani dan UMKM

- Editor

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa besaran anggaran belanja pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum sepenuhnya mengalir dan dirasakan oleh pelaku ekonomi di tingkat bawah.

Padahal, perputaran dana dari belanja pangan untuk program unggulan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp 120 triliun per tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Fakta tersebut ditemukan berdasarkan hasil kajian DEN terhadap pelaksanaan program MBG di 800 titik Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Kajian ini telah dipaparkan langsung oleh Luhut dalam pertemuan dengan dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, pada 24 Juni 2026.

​Luhut menjelaskan bahwa program tersebut pada dasarnya diproyeksikan mampu menyerap hingga 1,2 juta tenaga kerja, dan efek gandanya (multiplier-effect) juga sudah mulai terlihat nyata di berbagai daerah.

Meski demikian, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (29/6/2026), ia mengungkapkan bahwa masih banyak petani, peternak, nelayan, koperasi, serta UMKM lokal yang belum terhubung secara optimal ke dalam rantai pasok program ini.

​”Kami juga harus mengakui fakta bahwa manfaat ekonomi yang besar ini belum sepenuhnya mengalir ke bawah,” ujar Luhut.

​Menurut Luhut, tantangan terbesar dari implementasi program MBG saat ini tidak terletak pada penyiapan fasilitas dapur.

Kendala utama yang harus segera dibenahi adalah ketahanan rantai pasok, kepastian ketersediaan komoditas, peningkatan kapasitas pemasok berskala kecil, serta tata kelola kemitraan.

​Untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut, Luhut menilai bahwa pihak SPPG tidak akan mampu bekerja sendiri.

Ia menekankan perlunya kerja sama dan integrasi lintas sektor yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, lembaga pengawasan, perbankan, koperasi, hingga para pelaku usaha. Tujuannya agar manfaat ekonomi dari program MBG dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat luas.

​Sebagai tindak lanjut, Luhut juga memastikan bahwa pihak DEN selalu siap untuk menjalin kolaborasi dengan BGN. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk merumuskan berbagai langkah strategis guna memperkuat ekosistem rantai pasok ke depannya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemerintah Buka 4.770 Formasi CPNS Jalur Sekolah Kedinasan 2026, Simak Daftar Instansi dan Jadwalnya
Asyik Pidato, Prabowo: Mau Sembayang Jumat Ini, PKS Sudah Lirik-lirik
Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir, Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc
Pemerintah Tetapkan Syarat dan Jadwal Pencairan BLT 2026, Sanksi Tegas Menanti Pelaku Judol!
11 Pemda di Lampung Ramai-Ramai Ajukan Hutang, Total Nilai Tembus Rp2 Triliun!
Pemerintah Serahkan 3 Surpres ke DPR RI, Siapa Pilihan Istana?
Dugaan Peran Raffi Ahmad di Balik Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo
Prabowo: Kecerdasan Tak Melulu Soal Pendidikan Formal
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Pemerintah Buka 4.770 Formasi CPNS Jalur Sekolah Kedinasan 2026, Simak Daftar Instansi dan Jadwalnya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Asyik Pidato, Prabowo: Mau Sembayang Jumat Ini, PKS Sudah Lirik-lirik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir, Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Pemerintah Tetapkan Syarat dan Jadwal Pencairan BLT 2026, Sanksi Tegas Menanti Pelaku Judol!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:59 WIB

11 Pemda di Lampung Ramai-Ramai Ajukan Hutang, Total Nilai Tembus Rp2 Triliun!

Berita Terbaru