Caption : Istri Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Riana Sari Arinal.
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Istri mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Riana Sari memberikan pernyataan tegas di hadapan awak media usai mengunjungi suaminya di tahanan.
Dengan didampingi anak-anak dan menantunya, ia menyatakan keyakinannya bahwa sang suami tidak bersalah dalam kasus dugaan suap yang menjeratnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya hadir di sini bersama anak-anak dan menantu untuk memberikan support kepada Bapak,” tegas istri bekas orang nomor satu di Lampung tersebut.
“Karena kami yakin, tidak ada satu rupiah pun uang suap yang masuk ke kantong Bapak atau rekening keluarganya dari LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) tersebut. Nanti persidangan yang akan membuktikan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia juga mempertanyakan framing yang beredar di media mengenai nilai suap sebesar Rp270 miliar. Ia meminta media untuk berimbang dalam memberitakan kasus ini dan mencari kebenaran dari mana angka tersebut berasal.
”Pesan saya kepada Bapak, tetap sehat dan kuat. Jangan khawatirkan kami di sini. Justru kami yang hadir untuk memberikan dukungan, karena kami tidak malu. Kami yakin Bapak tidak korupsi. Kami tidak akan menundukkan kepala, justru kami akan tegakkan kepala dan membela Bapak,” tambahnya.
Istri Arinal juga menuntut agar pihak berwenang mengusut tuntas penyertaan modal sebesar Rp10 miliar di LHP 1, yang menurutnya harus dijelaskan secara transparan.
Dirinya menegaskan, semua warga negara Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum dan berhak mendapatkan keadilan. Ketika ditanya mengenai kondisi terkini suaminya, ia menyebut bahwa Yan Piet Mosso dalam keadaan sehat dan kuat.
“Tadi malah sempat bercanda, saya dititipkan jam dan cincin. Bapak berpesan agar jamnya bisa saya pakai,” ujarnya sambil tersenyum.
Pernyataan ini memberikan sudut pandang baru dalam kasus dugaan suap yang melibatkan bekas Gubernur Lampung tersebut, dan menegaskan komitmen keluarga untuk terus mendukung Arinal dan mencari keadilan dalam persidangan mendatang. (*)






