Polisi Bongkar Penimbunan 203 Ton Solar Ilegal Senilai Rp160 M di Pesawaran, 32 Orang Diamankan!

- Editor

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Pesawaran – Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung membongkar praktik pengolahan dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis solar di Kabupaten Pesawaran, Kamis (9/4). 

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menyita total 203 ton solar ilegal dan mengamankan 32 orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan selama sepekan terakhir.

Pihaknya menemukan tiga lokasi dengan modus operandi yang berbeda, mulai dari pengolahan minyak mentah hingga penampungan hasil pengecoran dari SPBU.

“Secara keseluruhan, total solar ilegal yang berhasil diamankan mencapai 203 ton. Praktik ini diperkirakan menyebabkan kerugian negara hingga Rp160,7 miliar,” ujar Irjen Pol Helfi Assegaf.

Di lokasi pertama yang terletak di Desa Sukajaya, Teluk Pandan, polisi menggerebek sebuah gudang yang diduga mengolah minyak mentah menjadi solar melalui proses bleaching.

Gudang yang telah beroperasi sekitar enam bulan ini menyimpan 26 ton solar. Petugas juga menyita tiga unit kapal untuk keperluan distribusi serta mengamankan 26 orang pekerja yang terdiri dari sopir dan kernet.

Sementara itu, di lokasi kedua di wilayah Lempasing, polisi menemukan gudang penampungan solar hasil pengecoran dari SPBU yang beroperasi sejak tahun 2024.

Dari lokasi tersebut, petugas menyita 168 ton solar yang disimpan dalam ratusan tandon berkapasitas 1.000 liter dan mengamankan enam orang pekerja.

Adapun di lokasi ketiga, tim gabungan mengamankan barang bukti berupa 9 ton solar ilegal. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait status kepemilikan gudang di lokasi ketiga tersebut.

Kapolda menegaskan, ke-32 orang yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif atas dugaan keterlibatan dalam rantai distribusi dan pengolahan BBM ilegal.

“Para pelaku dijerat dengan Undang-Undang tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman hukuman pidana bagi pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan dan distribusi BBM tanpa izin resmi,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Berkas Korupsi PT LEB Eks Gubernur Lampung Dilimpahkan ke Pengadilan, 25 Jaksa Disiapkan Kejari Bandar Lampung
Diduga Bantu Napi Narkoba Encek Pelesiran hingga Kabur, Tiga Pejabat Rutan Sukadana Dicopot
Jejak Pelarian Encek: Kabur dari Sel di Lamtim, Kendalikan Sabu di Malaysia hingga Berakhir di Myanmar
Usai Bongkar Jaringan Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Lengser dari Kursi Dirtipidnarkoba Bareskrim
Gerebek Kasino di Batam, Bareskrim Polri Amankan 197 Orang dan Sita Rp7,7 Miliar
Korupsi Proyek SPAM, PT Tanjungkarang Perberat Hukuman Eks Bupati Pesawaran Jadi 13 Tahun Penjara
Kapolri Mutasi Sejumlah PJU Polda Lampung, Jabatan Irwasda hingga Kapolres Tanggamus Diganti! 
Polisi Selidiki Tewasnya Warga di Pejompongan, Tangkap 322 Orang, 122 Diantaranya Anak di Bawah Umur!
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:57 WIB

Berkas Korupsi PT LEB Eks Gubernur Lampung Dilimpahkan ke Pengadilan, 25 Jaksa Disiapkan Kejari Bandar Lampung

Selasa, 1 September 2026 - 23:58 WIB

Diduga Bantu Napi Narkoba Encek Pelesiran hingga Kabur, Tiga Pejabat Rutan Sukadana Dicopot

Selasa, 1 September 2026 - 20:57 WIB

Jejak Pelarian Encek: Kabur dari Sel di Lamtim, Kendalikan Sabu di Malaysia hingga Berakhir di Myanmar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Usai Bongkar Jaringan Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Lengser dari Kursi Dirtipidnarkoba Bareskrim

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Gerebek Kasino di Batam, Bareskrim Polri Amankan 197 Orang dan Sita Rp7,7 Miliar

Berita Terbaru