Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi

- Editor

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan, Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP).

Oleh karena itu, pernyataan kontroversial Ulta yang mengaitkan rentetan fenomena alam di Indonesia dengan program HAARP (High-frequency Active Auroral Research Program) dipastikan bukan merupakan sikap resmi lembaga tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Klarifikasi ini disampaikan Dudung pada Kamis (10/9/2026) guna meluruskan asumsi yang beredar di masyarakat.

Ia menjelaskan, Ulta saat ini telah berpindah tugas dan menduduki posisi sebagai salah satu deputi di Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI.

​”Ulta sudah bukan di KSP lagi. Dulu dia di staf KSP sebagai tenaga ahli utama, tetapi sekarang sudah tidak,” tegas Dudung.

​Nama Ulta sebelumnya menjadi sorotan tajam usai potongan video podcast-nya viral di media sosial.

Dalam tayangan tersebut, ia membahas aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia yang terjadi berdekatan dan mengaitkannya dengan kemungkinan adanya campur tangan teknologi HAARP yang digunakan pihak asing.

​Menanggapi polemik tersebut, Dudung meminta masyarakat tidak mudah percaya pada spekulasi tanpa bukti.

Ia menegaskan, rangkaian bencana yang terjadi merupakan bagian dari dinamika alam murni dan kehendak Tuhan, bukan rekayasa teknologi luar.

​Senada dengan KSP, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono turut membantah keras teori konspirasi tersebut secara ilmiah.

Ia menjelaskan, erupsi gunung api murni disebabkan oleh proses geologis yang sangat kompleks, yakni pergerakan dinamika magma dan tekanan gas pada kedalaman bumi yang ekstrem, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan rekayasa cuaca atau senjata konspirasi.

​Dudung mengimbau publik untuk selalu merujuk pada informasi berbasis kajian ilmiah kebumian, terutama terkait kebencanaan yang menyangkut hajat hidup dan keselamatan masyarakat luas. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!
Pemprov Lampung Setujui Pembahasan 12 Raperda Inisiatif DPRD, Soroti Soal Anti LGBT hingga Regulasi Tumpang Tindih
Pendapatan Turun Tapi Belanja Malah Naik, Ada Apa dengan APBD Perubahan Lampung 2026?
Tuai Sorotan! Tenaga Ahli Utama KSP Kaitkan Rentetan Erupsi Gunung Api dengan HAARP
Jurus Efisiensi Menkeu Purbaya, Targetkan Anggaran Program MBG di Bawah Rp200 Triliun!
Cegah Gabah Keluar Daerah, Gubernur Lampung Instruksikan Koperasi Desa Serap Hasil Panen
Sah! Per Januari 2027, Gaji PPPK Penuh Waktu Jadi Tanggung Jawab Pemerintah Pusat
Warga Keluhkan PKH, BPJS Mati hingga KIP Macet? Ini Langkah Gubernur Lampung!
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:52 WIB

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi

Jumat, 11 September 2026 - 07:47 WIB

BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!

Rabu, 9 September 2026 - 17:25 WIB

Pemprov Lampung Setujui Pembahasan 12 Raperda Inisiatif DPRD, Soroti Soal Anti LGBT hingga Regulasi Tumpang Tindih

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

Pendapatan Turun Tapi Belanja Malah Naik, Ada Apa dengan APBD Perubahan Lampung 2026?

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

Tuai Sorotan! Tenaga Ahli Utama KSP Kaitkan Rentetan Erupsi Gunung Api dengan HAARP

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Usai Gubernur Lampung Gelar Salat Istisqa, Hujan Guyur Bandar Lampung

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:09 WIB