Caption : Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa.
Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpeluang ditekan hingga di bawah angka Rp200 triliun.
Langkah ini ditargetkan dapat tercapai melalui pemanfaatan teknologi dan perbaikan efisiensi tata kelola, tanpa harus menghentikan atau mengurangi esensi program.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai menggelar diskusi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono.
Menurutnya, masih terdapat ruang besar untuk melakukan efisiensi operasional agar beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi lebih ringan.
”Dengan efisiensi dan pemanfaatan teknologi, anggaran yang dikeluarkan pemerintah bisa lebih kecil tetapi pelaksanaan program tetap berjalan maksimal,” jelasnya.
Berdasarkan catatan, anggaran program MBG terus mengalami tren penyesuaian. Pada 2026, anggaran awal yang diproyeksikan sebesar Rp335 triliun dipangkas menjadi Rp268 triliun.
Sementara dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027, pemerintah mengalokasikan Rp240,2 triliun. Angka Rp240,2 triliun inilah yang dinilai Purbaya masih berpotensi untuk dipangkas lebih lanjut.
Sebagai bentuk tindak lanjut efisiensi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melibatkan pegawainya di daerah untuk melakukan pengawasan langsung.
Para pegawai akan ditugaskan secara bergiliran memantau kinerja dapur-dapur MBG di lapangan guna mengidentifikasi titik-titik yang masih bisa dihemat dan diperbaiki.
Purbaya menegaskan, pemangkasan anggaran ini bukan berarti menghentikan program, melainkan memastikan dana yang dikucurkan memberikan manfaat yang optimal.
Jika anggaran MBG berhasil ditekan di bawah Rp200 triliun, pemerintah akan memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk membiayai sektor kebutuhan negara lainnya.
Hingga saat ini, wacana pemangkasan anggaran tersebut belum menjadi keputusan final.
Pemerintah masih akan melakukan evaluasi secara komprehensif sebelum menetapkan alokasi pasti program MBG dalam APBN mendatang. (*)






