Jurus Efisiensi Menkeu Purbaya, Targetkan Anggaran Program MBG di Bawah Rp200 Triliun!

- Editor

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa. 

Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpeluang ditekan hingga di bawah angka Rp200 triliun.

Langkah ini ditargetkan dapat tercapai melalui pemanfaatan teknologi dan perbaikan efisiensi tata kelola, tanpa harus menghentikan atau mengurangi esensi program.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai menggelar diskusi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono.

Menurutnya, masih terdapat ruang besar untuk melakukan efisiensi operasional agar beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi lebih ringan.

​”Dengan efisiensi dan pemanfaatan teknologi, anggaran yang dikeluarkan pemerintah bisa lebih kecil tetapi pelaksanaan program tetap berjalan maksimal,” jelasnya.

​Berdasarkan catatan, anggaran program MBG terus mengalami tren penyesuaian. Pada 2026, anggaran awal yang diproyeksikan sebesar Rp335 triliun dipangkas menjadi Rp268 triliun.

Sementara dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027, pemerintah mengalokasikan Rp240,2 triliun. Angka Rp240,2 triliun inilah yang dinilai Purbaya masih berpotensi untuk dipangkas lebih lanjut.

​Sebagai bentuk tindak lanjut efisiensi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melibatkan pegawainya di daerah untuk melakukan pengawasan langsung.

Para pegawai akan ditugaskan secara bergiliran memantau kinerja dapur-dapur MBG di lapangan guna mengidentifikasi titik-titik yang masih bisa dihemat dan diperbaiki.

​Purbaya menegaskan, pemangkasan anggaran ini bukan berarti menghentikan program, melainkan memastikan dana yang dikucurkan memberikan manfaat yang optimal.

Jika anggaran MBG berhasil ditekan di bawah Rp200 triliun, pemerintah akan memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk membiayai sektor kebutuhan negara lainnya.

​Hingga saat ini, wacana pemangkasan anggaran tersebut belum menjadi keputusan final.

Pemerintah masih akan melakukan evaluasi secara komprehensif sebelum menetapkan alokasi pasti program MBG dalam APBN mendatang. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Didera Tekanan Fiskal, Rp3,4 Triliun Melayang, KDM Tunda Bayar Proyek!
Ancaman Serangan Siber Mengintai! Pemprov Lampung ‘Kunci’ Layanan Elektronik Sementara
Impor Distop, Mentan Amran Klaim Harga Singkong Melejit Rp3 Ribu, Petani Pringsewu Panen Cuan?
Kemenag Gagas Gerakan ASN Bersarung dan Berpeci Sepekan Sekali
Diguyur Rp600 Miliar, Ini 19 Ruas Jalan di Provinsi Lampung yang Bakal Disulap Mulus!
APBD Lampung 2027 Tembus Rp7,2 Triliunan, DPRD Tuntut Perbaikan Jalan hingga Lunasi Utang!
Dua Lokasi di Lampung Membara Bersamaan, Way Kambas dan TPA Bandar Jaya, Pemprov Kerahkan 350 Personel!
Pemprov Lampung Buka Lowongan Anggota KI Periode 2027-2031, Ini Syarat Lengkapnya!
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Jabar Didera Tekanan Fiskal, Rp3,4 Triliun Melayang, KDM Tunda Bayar Proyek!

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Ancaman Serangan Siber Mengintai! Pemprov Lampung ‘Kunci’ Layanan Elektronik Sementara

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Impor Distop, Mentan Amran Klaim Harga Singkong Melejit Rp3 Ribu, Petani Pringsewu Panen Cuan?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:51 WIB

Kemenag Gagas Gerakan ASN Bersarung dan Berpeci Sepekan Sekali

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Diguyur Rp600 Miliar, Ini 19 Ruas Jalan di Provinsi Lampung yang Bakal Disulap Mulus!

Berita Terbaru