BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!

- Editor

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mencoret 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah refocusing ini diambil agar alokasi program unggulan pemerintah tersebut lebih tepat sasaran dan menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan intervensi gizi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, ribuan sekolah yang dikeluarkan dari daftar penerima tersebut mayoritas adalah sekolah swasta bertaraf internasional.

Selain itu, kebijakan ini juga menyasar sekolah-sekolah yang memiliki kerja sama dengan institusi luar maupun yang sudah berstatus mandiri secara finansial tanpa bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

​”Pemerintah ingin memastikan penerima manfaat ditentukan berdasarkan kebutuhan, sehingga sumber daya program dapat diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan dukungan gizi lebih besar,” jelas Sudaryono.

Pihaknya akui, saat ini sedang melakukan hasil pemutakhiran data bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.

​Berdasarkan pendataan pemerintah terhadap 580.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk sekolah negeri, swasta, madrasah, dan pesantren, sebanyak 340.000 di antaranya telah mendapatkan layanan MBG.

Sementara itu, masih terdapat sekitar 240.000 satuan pendidikan yang masuk dalam daftar tunggu.

​Ia menegaskan, sekolah yang sekadar mengajukan permohonan tidak akan otomatis langsung diterima.

Pemerintah akan memprioritaskan penyaluran ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta daerah dengan angka stunting yang tinggi melalui proses investigasi dan pemetaan.

​Sebagai contoh, wilayah Maluku dan Papua yang saat ini masih memiliki sekitar 15.000 satuan pendidikan belum terlayani MBG akan menjadi fokus utama.

Pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah-wilayah tersebut akan segera dipercepat secara bertahap dan terukur.

​Pencoretan 1.653 sekolah elite ini menjadi sinyal kuat evaluasi pemerintah bahwa perluasan program MBG ke depan tidak lagi sekadar mengejar kuantitas penerima, melainkan memprioritaskan keadilan akses, perbaikan kondisi gizi sasaran, serta kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Didera Tekanan Fiskal, Rp3,4 Triliun Melayang, KDM Tunda Bayar Proyek!
Ancaman Serangan Siber Mengintai! Pemprov Lampung ‘Kunci’ Layanan Elektronik Sementara
Impor Distop, Mentan Amran Klaim Harga Singkong Melejit Rp3 Ribu, Petani Pringsewu Panen Cuan?
Kemenag Gagas Gerakan ASN Bersarung dan Berpeci Sepekan Sekali
Diguyur Rp600 Miliar, Ini 19 Ruas Jalan di Provinsi Lampung yang Bakal Disulap Mulus!
APBD Lampung 2027 Tembus Rp7,2 Triliunan, DPRD Tuntut Perbaikan Jalan hingga Lunasi Utang!
Dua Lokasi di Lampung Membara Bersamaan, Way Kambas dan TPA Bandar Jaya, Pemprov Kerahkan 350 Personel!
Pemprov Lampung Buka Lowongan Anggota KI Periode 2027-2031, Ini Syarat Lengkapnya!
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Jabar Didera Tekanan Fiskal, Rp3,4 Triliun Melayang, KDM Tunda Bayar Proyek!

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Ancaman Serangan Siber Mengintai! Pemprov Lampung ‘Kunci’ Layanan Elektronik Sementara

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Impor Distop, Mentan Amran Klaim Harga Singkong Melejit Rp3 Ribu, Petani Pringsewu Panen Cuan?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:51 WIB

Kemenag Gagas Gerakan ASN Bersarung dan Berpeci Sepekan Sekali

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Diguyur Rp600 Miliar, Ini 19 Ruas Jalan di Provinsi Lampung yang Bakal Disulap Mulus!

Berita Terbaru