Kasus Korupsi Lahan Inhutani V di Lampung, Kejagung Sita Rp1 T!

- Editor

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang tunai senilai Rp1,003 triliun dan USD 166 ribu terkait dugaan korupsi penggunaan kawasan hutan PT Inhutani V di Lampung.

Dana tersebut diserahkan secara sukarela oleh PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI) kepada penyidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Saiful Bahri Siregar, mengungkapkan, PT PSMI secara melawan hukum menggunakan lahan kawasan Inhutani V untuk area perkebunan tebu, yang berujung pada kerugian keuangan negara.

​”Penyidik telah menerima penyerahan secara sukarela PT PSMI berupa uang sebesar Rp1,003 triliun dan USD 166.000,” ujar Saiful dalam konferensi pers, Kamis (10/9).

​Uang sitaan dalam bentuk rupiah dan valuta asing tersebut selanjutnya akan dititipkan ke rekening penampungan di Bank Syariah Indonesia (BSI).

​Menyusul penyitaan ini, operasional PT PSMI dilaporkan terdampak, khususnya terkait kemampuan perusahaan membayar gaji karyawan, pembayaran ke petani, dan biaya operasional lainnya.

​Untuk mencegah dampak ekonomi yang lebih luas, Kejagung akan menyerahkan barang bukti dan rekening perusahaan kepada Badan Pemulihan Aset (BPA).

Selain itu, penyidik juga akan membuka rekening escrow (rekening bersama) antara PT PSMI dengan BUMN sektor perkebunan dan bank Himbara.

​Saiful menegaskan bahwa langkah ini diambil karena penanganan korupsi tidak hanya fokus pada hukuman pidana.

​”Penegakan hukum tindak pidana korupsi bukan semata berorientasi pemidanaan, tetapi juga pada pemulihan keuangan negara dan perbaikan tata kelola pasca-penindakan,” tegasnya.

​Kasus korupsi ini sebelumnya ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Lampung sebelum akhirnya resmi diambil alih oleh Kejagung.

Hingga saat ini, Kejagung belum merinci total pasti kerugian negara akibat praktik ilegal tersebut. (*)

Berikut video lengkapnya:

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Usai Mutasi Besar-besaran, Ada 28 Jenderal Bintang Tiga yang Aktif di Polri, Berikut Daftar Lengkapnya!
Gaya Elit, Ternyata Tukang Tipu! Kedok Investasi Mobil Rental Terbongkar, Korban Rugi Ratusan Juta
Diduga Cemarkan Nama Baik, Konten Kreator Rohadi Alcantara Diciduk Polisi di Tangerang, Kreator Kanda J Buka Suara!
Tersangka Korupsi Jalan di Lampung Utara MD di Rutan Polda, Keluarga Duga Ada Kelalaian Medis!
Viral Video Pejabat SPPG Aniaya Kepala SPPG, Diduga Dipicu Sertifikat Palsu
Imbas Pemisahan Pemilu, MK Diminta Perpanjang Masa Jabatan DPRD 2024-2029 hingga 2031
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan, Termasuk Adik Kepala BNPB
Ijazah Kembaran Eva Dwiana Dipermasalahkan, PUSKAP Desak Kapolda Lampung Gelar Perkara Terbuka
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:52 WIB

Usai Mutasi Besar-besaran, Ada 28 Jenderal Bintang Tiga yang Aktif di Polri, Berikut Daftar Lengkapnya!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Gaya Elit, Ternyata Tukang Tipu! Kedok Investasi Mobil Rental Terbongkar, Korban Rugi Ratusan Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:05 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik, Konten Kreator Rohadi Alcantara Diciduk Polisi di Tangerang, Kreator Kanda J Buka Suara!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Tersangka Korupsi Jalan di Lampung Utara MD di Rutan Polda, Keluarga Duga Ada Kelalaian Medis!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Viral Video Pejabat SPPG Aniaya Kepala SPPG, Diduga Dipicu Sertifikat Palsu

Berita Terbaru