Konflik Agraria PT BSA, Masyarakat Marga Anak Tuha Tuntut Kesetaraan Hukum dan Dialog

- Editor

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Lampung Tengah – Masyarakat tiga kampung Marga Anak Tuha Bumi Aji, Negara Aji Tua, dan Negara Aji Baru menggelar aksi mimbar bebas di lahan konflik PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), Lampung Tengah, Rabu (9/9).

Aksi ini digelar untuk mendesak penyelesaian konflik agraria melalui dialog yang setara serta mempertanyakan pendekatan hukum aparat penegak hukum yang dinilai tebang pilih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bertepatan dengan pembahasan RUU Reforma Agraria di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, masyarakat menagih komitmen Polda Lampung terkait penerapan hukum pidana sebagai ultimum remedium atau upaya terakhir.

Warga menilai prinsip tersebut belum diterapkan di lapangan lantaran sejumlah masyarakat masih terus menerima surat panggilan pemeriksaan dari kepolisian.

​Selain mengkritik proses hukum terhadap warga, masyarakat Marga Anak Tuha menyampaikan beberapa tuntutan utama.

  1. ​Pemeriksaan Perizinan PT BSA: Meminta Polda Lampung memeriksa secara objektif seluruh dokumen perizinan PT BSA, kesesuaian komoditas perkebunan, hingga aktivitas operasional di lapangan.
  2. ​Pembentukan Forum Terbuka: Mendorong lahirnya wadah penyelesaian konflik yang melibatkan warga, manajemen PT BSA, pemerintah daerah, BPN, dan instansi terkait secara setara.
  3. ​Penegakan Hukum Adil: Menuntut aparat penegak hukum tidak hanya memproses warga, tetapi juga berani mengusut jajaran perusahaan secara transparan.
  4. ​Materi Evaluasi DPR RI: Meminta DPR RI menjadikan konflik lahan di Marga Anak Tuha sebagai pertimbangan konkret dalam penyusunan RUU Reforma Agraria.

​Masyarakat juga menegaskan, desakan pemeriksaan terhadap PT BSA bertujuan untuk membuka fakta lapangan dan dokumen perizinan secara objektif, guna mencapai solusi damai tanpa intimidasi proses hukum.

“Jangan hanya panggil masyarakat. Periksa juga perusahaan. Jangan hanya tegakkan hukum ke bawah. Tegakkan hukum juga ke atas,” tegas masyarakat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bukit Langkapura ‘Gunung Kucing’ Dibabat Habis, PMII Curiga Ada ‘Permainan’ Izin, Warga Desak Pembangunan Dihentikan!
Konflik Lahan di Tulang Bawang Memanas! Diduga SGC Kerahkan Ratusan Karyawan Gusur Gubuk dan Perkebunan Warga
Polda Lampung dan PWI Siap Bersinergi, Amankan Kick Off HPN dan Porwanas 2027
Ratusan Massa Aliansi Lampung Melawan Desak RDPU di DPRD, Aksi ‘Rapor Merah Prabowo’ Sempat Ricuh! 
Viral! Bangunan Kopdes Merah Putih di Pekon Marga Jaya Lampung Barat, Berdiri di Jalur Trabas Berlumpur
Dari Tak Miliki Izin Kemenag hingga Guru Cabuli Santriawati, Ini Segudang Masalah Sekolah Islam ANAGIBS!
Gunung Api Anak Krakatau Erupsi, Keluarkan Abu Vulkanik, Status Naik Jadi Level III Siaga! 
Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Bercadar di Register 44 Way Kanan, Pria 29 Tahun Asal Mesuji Tewas Mengenaskan!
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Bukit Langkapura ‘Gunung Kucing’ Dibabat Habis, PMII Curiga Ada ‘Permainan’ Izin, Warga Desak Pembangunan Dihentikan!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Konflik Lahan di Tulang Bawang Memanas! Diduga SGC Kerahkan Ratusan Karyawan Gusur Gubuk dan Perkebunan Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Polda Lampung dan PWI Siap Bersinergi, Amankan Kick Off HPN dan Porwanas 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Ratusan Massa Aliansi Lampung Melawan Desak RDPU di DPRD, Aksi ‘Rapor Merah Prabowo’ Sempat Ricuh! 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Viral! Bangunan Kopdes Merah Putih di Pekon Marga Jaya Lampung Barat, Berdiri di Jalur Trabas Berlumpur

Berita Terbaru