Negara Rugi Rp268 Miliar, Eks Gubernur Lampung Didakwa Korupsi hingga Loloskan Adik Ipar di Proyek Migas

- Editor

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp268,76 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen di Wilayah Kerja Offshore South East Sumatera (WK OSES).

​Dakwaan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Lampung dalam sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dalam dakwaannya, JPU mengungkapkan bahwa Arinal telah mengintervensi penunjukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengelola PI sejak April 2019, saat dirinya masih berstatus sebagai gubernur terpilih dan belum resmi dilantik.

​Arinal disebut sengaja membatalkan penunjukan PT Wahana Rahardja sebagai penerima PI. Terdakwa kemudian menemui Kepala Badan Litbang Provinsi Lampung, Prihatono Ganefo Zain, dan menjanjikannya jabatan Kepala Dinas ESDM dengan syarat pengalihan PI ke PT Wahana Rahardja dihentikan.

​Selanjutnya, pada 7 Mei 2019, Arinal mengumpulkan sejumlah pejabat, politikus, hingga praktisi migas untuk menunjuk PT Lampung Jasa Utama (LJU) sebagai BUMD penerima PI. Keputusan ini kemudian disahkan melalui Surat Keputusan Gubernur sesaat setelah ia dilantik pada Juni 2019.

​Menurut JPU, penunjukan PT LJU menyalahi aturan karena perusahaan tersebut tidak memiliki rekam jejak di sektor hulu migas serta memiliki kondisi keuangan yang tidak sehat.

​Pengelolaan PI kemudian diserahkan kepada anak usaha PT LJU, yakni PT Lampung Energi Berjaya (LEB).

Pada tahap ini, Arinal didakwa melakukan praktik nepotisme dengan menempatkan orang-orang terdekatnya di struktur perusahaan.

​Adik ipar Arinal, Budi Kurniawan, diloloskan sebagai direksi meski tidak direkomendasikan secara kompetensi maupun psikologi.

Sementara itu, Prihatono Ganefo Zain diangkat sebagai Komisaris Utama PT LEB. Keduanya dinilai tidak memiliki pengalaman di sektor minyak dan gas bumi.

​JPU menegaskan, intervensi dan penyalahgunaan wewenang ini merupakan pelanggaran hukum berat.

Perbuatan Arinal dinilai bertentangan dengan peraturan yang melarang kepala daerah membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, keluarga, maupun kroni, serta melanggar undang-undang tentang pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Usai Mutasi Besar-besaran, Ada 28 Jenderal Bintang Tiga yang Aktif di Polri, Berikut Daftar Lengkapnya!
Gaya Elit, Ternyata Tukang Tipu! Kedok Investasi Mobil Rental Terbongkar, Korban Rugi Ratusan Juta
Diduga Cemarkan Nama Baik, Konten Kreator Rohadi Alcantara Diciduk Polisi di Tangerang, Kreator Kanda J Buka Suara!
Tersangka Korupsi Jalan di Lampung Utara MD di Rutan Polda, Keluarga Duga Ada Kelalaian Medis!
Viral Video Pejabat SPPG Aniaya Kepala SPPG, Diduga Dipicu Sertifikat Palsu
Imbas Pemisahan Pemilu, MK Diminta Perpanjang Masa Jabatan DPRD 2024-2029 hingga 2031
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan, Termasuk Adik Kepala BNPB
Ijazah Kembaran Eva Dwiana Dipermasalahkan, PUSKAP Desak Kapolda Lampung Gelar Perkara Terbuka
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:52 WIB

Usai Mutasi Besar-besaran, Ada 28 Jenderal Bintang Tiga yang Aktif di Polri, Berikut Daftar Lengkapnya!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Gaya Elit, Ternyata Tukang Tipu! Kedok Investasi Mobil Rental Terbongkar, Korban Rugi Ratusan Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:05 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik, Konten Kreator Rohadi Alcantara Diciduk Polisi di Tangerang, Kreator Kanda J Buka Suara!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Tersangka Korupsi Jalan di Lampung Utara MD di Rutan Polda, Keluarga Duga Ada Kelalaian Medis!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Viral Video Pejabat SPPG Aniaya Kepala SPPG, Diduga Dipicu Sertifikat Palsu

Berita Terbaru