Bom Waktu Konflik Lahan di Lampung, Kapolda Sebut 13 Wilayah Rawan Tinggi, Ini Pemicunya!

- Editor

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, mengungkapkan terdapat 47 titik potensi konflik lahan atau agraria yang tersebar di wilayah Provinsi Lampung.

​Fakta tersebut dibeberkan Kapolda saat menghadiri rapat bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang secara khusus membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dari total 47 potensi sengketa tersebut, kepolisian memetakannya ke dalam tiga kategori tingkat kerawanan.

Sebanyak 13 konflik tercatat masuk dalam kategori rawan tinggi, 26 konflik masuk kategori rawan sedang, dan 8 sisa kasus bersatus rawan rendah yang saat ini diklaim telah selesai ditangani.

​Adapun titik konflik dengan tingkat kerawanan tinggi dilaporkan tersebar di enam kabupaten, yakni Kabupaten Pesawaran, Way Kanan, Mesuji, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Tanggamus.

​Terkait akar masalah, Irjen Pol Helfi menjelaskan bahwa sengketa agraria di Lampung dipicu oleh dua persoalan utama.

“Pertama, banyaknya perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) yang belum menuntaskan kewajiban penyediaan kebun kemitraan (plasma) sebesar 20 persen untuk masyarakat,” jelas Irjen Helfi.

“Kedua, adanya tumpang tindih lahan yang melibatkan status tanah masyarakat hukum adat,” lanjutnya.

​Meski demikian, Kapolda juga memastikan bahwa tidak seluruh wilayah di Lampung rawan sengketa.

Berdasarkan data pemetaan terkini, tiga daerah yang meliputi Kabupaten Lampung Barat, Kota Metro, dan Kabupaten Pringsewu dinyatakan nihil atau tidak memiliki potensi konflik lahan. (*)

Berikut video lengkapnya:

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Berkas Korupsi PT LEB Eks Gubernur Lampung Dilimpahkan ke Pengadilan, 25 Jaksa Disiapkan Kejari Bandar Lampung
Diduga Bantu Napi Narkoba Encek Pelesiran hingga Kabur, Tiga Pejabat Rutan Sukadana Dicopot
Jejak Pelarian Encek: Kabur dari Sel di Lamtim, Kendalikan Sabu di Malaysia hingga Berakhir di Myanmar
Usai Bongkar Jaringan Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Lengser dari Kursi Dirtipidnarkoba Bareskrim
Gerebek Kasino di Batam, Bareskrim Polri Amankan 197 Orang dan Sita Rp7,7 Miliar
Korupsi Proyek SPAM, PT Tanjungkarang Perberat Hukuman Eks Bupati Pesawaran Jadi 13 Tahun Penjara
Kapolri Mutasi Sejumlah PJU Polda Lampung, Jabatan Irwasda hingga Kapolres Tanggamus Diganti! 
Polisi Selidiki Tewasnya Warga di Pejompongan, Tangkap 322 Orang, 122 Diantaranya Anak di Bawah Umur!
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:56 WIB

Bom Waktu Konflik Lahan di Lampung, Kapolda Sebut 13 Wilayah Rawan Tinggi, Ini Pemicunya!

Rabu, 2 September 2026 - 14:57 WIB

Berkas Korupsi PT LEB Eks Gubernur Lampung Dilimpahkan ke Pengadilan, 25 Jaksa Disiapkan Kejari Bandar Lampung

Selasa, 1 September 2026 - 23:58 WIB

Diduga Bantu Napi Narkoba Encek Pelesiran hingga Kabur, Tiga Pejabat Rutan Sukadana Dicopot

Selasa, 1 September 2026 - 20:57 WIB

Jejak Pelarian Encek: Kabur dari Sel di Lamtim, Kendalikan Sabu di Malaysia hingga Berakhir di Myanmar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Usai Bongkar Jaringan Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Lengser dari Kursi Dirtipidnarkoba Bareskrim

Berita Terbaru