Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kondisi air laut terpantau mengalami surut di Kampung Nelayan Pasaran, Kota Bandar Lampung, Lampung, pada hari Minggu, 6 September 2026.
Fenomena alam ini terjadi di tengah status Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Level III atau Siaga menurut catatan Badan Geologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kampung Nelayan Pasaran berhadapan langsung dengan Selat Sunda dan berjarak sekitar 70 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau.
Terkait fenomena tersebut, kondisi air laut yang surut tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai pertanda akan terjadinya tsunami.
Masyarakat di sekitar pesisir diimbau untuk tidak panik, namun tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga juga diinstruksikan untuk segera menjauh dari area pantai apabila mendapati perubahan kondisi laut yang tidak biasa atau jika terdapat peringatan resmi.
Selain fenomena air laut surut, perhatian publik di media sosial juga tertuju pada sebuah video yang memperlihatkan sejumlah hiu mendekati perairan dangkal di pesisir Lampung.
Momen tersebut disebut terjadi sebelum aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali meningkat dan mengalami erupsi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah maupun keterangan resmi yang mengonfirmasi bahwa kemunculan hiu tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Hubungan antara kedua peristiwa tersebut belum dapat dipastikan, dan saat ini lebih tepat disebut sebagai fenomena kemunculan hiu yang waktunya berdekatan dengan peningkatan aktivitas gunung tersebut.
Untuk itu, masyarakat diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi perairan di sekitar wilayah Selat Sunda. (*)
Berikut video lengkapnya:






