Laut Surut dan Hiu Merapat ke Daratan, Benarkah Pertanda Bahaya dari Anak Krakatau?

- Editor

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist (Gambar diperjelas dengan AI). 

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kondisi air laut terpantau mengalami surut di Kampung Nelayan Pasaran, Kota Bandar Lampung, Lampung, pada hari Minggu, 6 September 2026.

Fenomena alam ini terjadi di tengah status Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Level III atau Siaga menurut catatan Badan Geologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kampung Nelayan Pasaran berhadapan langsung dengan Selat Sunda dan berjarak sekitar 70 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau.

Terkait fenomena tersebut, kondisi air laut yang surut tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai pertanda akan terjadinya tsunami.

​Masyarakat di sekitar pesisir diimbau untuk tidak panik, namun tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Warga juga diinstruksikan untuk segera menjauh dari area pantai apabila mendapati perubahan kondisi laut yang tidak biasa atau jika terdapat peringatan resmi.

​Selain fenomena air laut surut, perhatian publik di media sosial juga tertuju pada sebuah video yang memperlihatkan sejumlah hiu mendekati perairan dangkal di pesisir Lampung.

Momen tersebut disebut terjadi sebelum aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali meningkat dan mengalami erupsi.

​Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah maupun keterangan resmi yang mengonfirmasi bahwa kemunculan hiu tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hubungan antara kedua peristiwa tersebut belum dapat dipastikan, dan saat ini lebih tepat disebut sebagai fenomena kemunculan hiu yang waktunya berdekatan dengan peningkatan aktivitas gunung tersebut.

​Untuk itu, masyarakat diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi perairan di sekitar wilayah Selat Sunda. (*)

Berikut video lengkapnya:

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Miris! 55 Persen Jalan di Tanggamus Rusak, Anggaran Cuma Rp20 Miliar, Kebutuhan Capai Rp1,56 Triliun
Heboh Iuran OPD Rp1,5 Juta di Tanggamus, Kadis Kominfo Buka Suara
Ada Apa di Balik Penangkapan Influencer Rohadi? Polisi Bungkam, Kasat Reskrim Tunggu ‘Restu’ Kapolres?
Awas! BBMKG Beri Peringatan, Wilayah di Lampung Status Awas Kekeringan, Berikut Daftarnya!
Genjot Target Pajak Kendaraan, Samsat Rajabasa Gencarkan Razia! 
Plafon Ruang Guru SDN 2 Buyut Utara Runtuh Timpa Guru, Miris! Bangunan 2017 Sudah Ambruk
Maling Kabel Sinyal Aktif Milik KAI, Polisi Ringkus Pria Warga Panjang
Temukan 12 Gram Sabu, Residivis Sekaligus DPO Curat di Lampung Timur Diciduk Polisi
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Miris! 55 Persen Jalan di Tanggamus Rusak, Anggaran Cuma Rp20 Miliar, Kebutuhan Capai Rp1,56 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Heboh Iuran OPD Rp1,5 Juta di Tanggamus, Kadis Kominfo Buka Suara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:37 WIB

Ada Apa di Balik Penangkapan Influencer Rohadi? Polisi Bungkam, Kasat Reskrim Tunggu ‘Restu’ Kapolres?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:49 WIB

Awas! BBMKG Beri Peringatan, Wilayah di Lampung Status Awas Kekeringan, Berikut Daftarnya!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Plafon Ruang Guru SDN 2 Buyut Utara Runtuh Timpa Guru, Miris! Bangunan 2017 Sudah Ambruk

Berita Terbaru