25 Jam Mengamuk, Gunung Anak Krakatau Kini Beralih ke Fase Strombolian!

- Editor

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Keadaan Gunung Anak Krakatau, Lampung Selatan, saat ini (Dok. Kemen ESDM). 

Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan yang berlangsung selama kurang lebih 25 jam telah resmi berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

Pasca fase tersebut, karakteristik aktivitas vulkanik gunung kini mengalami perubahan menjadi erupsi strombolian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Episode erupsi menerus tersebut tercatat berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Setelah berhenti, gunung api ini langsung mencatatkan tiga kali erupsi strombolian beruntun.

​Sebagai informasi, letusan strombolian adalah jenis letusan dengan ledakan yang relatif ringan, namun aktivitasnya dapat berlangsung sangat lama sehingga sistem erupsi mampu mengatur ulang dirinya secara berulang.

​”Kembalinya erupsi strombolian sebagai karakteristik erupsi Gunung Api Anak Krakatau saat ini, untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang,” terang Badan Geologi melalui akun Threads resmi @badan.geologi, Senin (7/9/2026).

​Meski erupsi menerus telah berhenti, Badan Geologi menegaskan bahwa potensi letusan susulan dalam waktu dekat masih sangat tinggi. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level III (Siaga).

Ancaman bahaya utama berasal dari lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, dengan potensi ancaman aliran lava jika letusan menerus kembali terjadi.

​Rekomendasi Keselamatan Badan Geologi

​Menyikapi status Siaga tersebut, Badan Geologi mengeluarkan empat rekomendasi dan larangan tegas bagi masyarakat luas:

  1. ​Patuhi Zona Merah 3 Km: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras memasuki dan beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Tingkatkan kewaspadaan terhadap bahaya awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan abu lebat.
  2. ​Gunakan Masker: Warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik diimbau mengurangi aktivitas luar rumah. Gunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar untuk mencegah gangguan pernapasan.
  3. ​Abaikan Hoaks Tsunami: Warga pesisir di Provinsi Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan tidak memercayai isu-isu hoaks terkait letusan yang memicu tsunami. Lakukan aktivitas seperti biasa dan patuhi arahan BPBD setempat.
  4. ​Gunakan Jalur Informasi Resmi: Pantau informasi resmi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di nomor (022) 7272606 (Bandung) atau melalui Pos Pengamatan Gunung Krakatau di Pasauran (Banten) pada nomor (0254) 651449 / 085846324506. (*)
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tragis! Tinggalkan Istri dan 2 Anak, Pedagang Somay di Tanggamus Nekat Gantung Diri
Suhu di Lampung Nyaris 40 Derajat Celcius! Ini Peringatan Keras BMKG dan IDI
Polda Lampung Gelar Operasi Patuh Krakatau 2026 Mulai 26 Oktober, Ini Sasaran Prioritasnya! 
Pria Asal Blambangan Umpu Ini Jadi DPO Polres Way Kanan, Polisi Ajak Warga Lacak Keberadaan ‘Abeng’
Terkuak! Bukan Gegara Kritik Pejabat, Ini Alasan Konten Kreator Rohadi Dijemput Paksa Polisi, Keluarga Pelapor Buka Suara!
Karma Instan! Gondol Gadget di Pringsewu, Residivis Disabilitas Ini Patah Tulang Saat Dikejar Polisi
Dituduh Bunuh Itik, Bocah 9 Tahun di Way Kanan Dicekik dan Diceburkan ke Kolam, Rekaman Video Malah Dikirim ke Ibu Korban!
Diduga Gegara Puntung Rokok, 1,5 Ha Lahan di Batu Tegi Tanggamus Ludes Terbakar! 
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tragis! Tinggalkan Istri dan 2 Anak, Pedagang Somay di Tanggamus Nekat Gantung Diri

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Suhu di Lampung Nyaris 40 Derajat Celcius! Ini Peringatan Keras BMKG dan IDI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Polda Lampung Gelar Operasi Patuh Krakatau 2026 Mulai 26 Oktober, Ini Sasaran Prioritasnya! 

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Pria Asal Blambangan Umpu Ini Jadi DPO Polres Way Kanan, Polisi Ajak Warga Lacak Keberadaan ‘Abeng’

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Terkuak! Bukan Gegara Kritik Pejabat, Ini Alasan Konten Kreator Rohadi Dijemput Paksa Polisi, Keluarga Pelapor Buka Suara!

Berita Terbaru