Heboh Kasus Anak Sakit Usai Santap MBG, Sudaryono: Program Aman, yang Membesar-besarkan Cuma Wartawan, Guru dan Ortu Siswa

- Editor

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Para santri alami keracunan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. 

Hariannarasi.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah anak mengalami sakit usai menyantap menu dari program tersebut.

Kendati demikian, Suryadono menilai persoalan yang muncul bukan terletak pada substansi programnya, melainkan akibat adanya tarik-menarik kepentingan ideologis dan politik yang berkembang di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Sebenarnya MBG tidak pernah bermasalah, itu hanya masalah ideologis politik,” ujar Suryadono.

​Pernyataan tersebut menyoroti bagaimana berbagai kendala dalam pelaksanaan MBG kerap membesar dan menjadi isu besar akibat mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

Guru, orang tua siswa, hingga wartawan turut aktif menyuarakan kasus anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG.

​Menurut Suryadono, pemberitaan serta perbincangan di media sosial turut membuat persoalan di lapangan terdengar lebih luas.

“MBG di bawah tidak ada masalah, ini masalah politis, yang ngeramein gurunya, yang ngeramein orangtua siswanya, yang ngeramein wartawan,” kata dia.

Akibatnya, kasus anak sakit tidak lagi dipandang sekadar sebagai persoalan kesehatan atau evaluasi penyediaan makanan, tetapi berkembang menjadi perdebatan mengenai program MBG itu sendiri.

​Di sisi lain, kemunculan kasus anak sakit semestinya dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program secara menyeluruh.

Evaluasi tersebut mencakup kualitas bahan makanan, proses pengolahan, distribusi, hingga standar keamanan pangan, terlebih karena sebagian besar penerima manfaat MBG merupakan anak-anak yang membutuhkan jaminan makanan aman dan bergizi.

​Sementara itu, keterlibatan orang tua dan guru dalam menyuarakan kondisi anak yang sakit merupakan bagian dari bentuk respons terhadap kejadian yang mereka alami.

Begitu pula dengan media yang memberitahukan peristiwa tersebut sebagai bentuk penyampaian informasi kepada publik. (*)

Berikut video lengkapnya:

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Purbaya Dicopot, Presiden Prabowo Resmi Lantik Suahasil Nazara Sebagai Menkeu
Ada Apa di Tangerang? 6 Pejabat Pemkab Tanggamus Terbang Kesana? Ini misinya!
Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi
BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!
Pemprov Lampung Setujui Pembahasan 12 Raperda Inisiatif DPRD, Soroti Soal Anti LGBT hingga Regulasi Tumpang Tindih
Pendapatan Turun Tapi Belanja Malah Naik, Ada Apa dengan APBD Perubahan Lampung 2026?
Tuai Sorotan! Tenaga Ahli Utama KSP Kaitkan Rentetan Erupsi Gunung Api dengan HAARP
Jurus Efisiensi Menkeu Purbaya, Targetkan Anggaran Program MBG di Bawah Rp200 Triliun!
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:26 WIB

Heboh Kasus Anak Sakit Usai Santap MBG, Sudaryono: Program Aman, yang Membesar-besarkan Cuma Wartawan, Guru dan Ortu Siswa

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WIB

Purbaya Dicopot, Presiden Prabowo Resmi Lantik Suahasil Nazara Sebagai Menkeu

Jumat, 11 September 2026 - 11:46 WIB

Ada Apa di Tangerang? 6 Pejabat Pemkab Tanggamus Terbang Kesana? Ini misinya!

Jumat, 11 September 2026 - 07:52 WIB

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi

Jumat, 11 September 2026 - 07:47 WIB

BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!

Berita Terbaru