Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan menggelar demonstrasi di Gedung DPRD Provinsi Lampung, Selasa (7/4/2026).
Massa mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, serta menuntut penyelesaian sejumlah kasus di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Aliansi Lampung Melawan, Ahmad Kevin Jonatan, menyatakan bahwa kekerasan terhadap Andrie Yunus merupakan bentuk nyata pembungkaman terhadap suara kritis masyarakat sipil. Hal senada juga disuarakan secara bergantian oleh para mahasiswa.
”Ini bukan sekadar tindak kekerasan, tetapi upaya membungkam suara masyarakat sipil,” tegas salah satu orator di tengah aksi.
Terkait isu nasional, massa mahasiswa menuntut tiga hal utama:
1. Memproses kasus Andrie Yunus melalui peradilan umum dengan jeratan pasal terorisme dan percobaan pembunuhan.
2. Mendesak aparat untuk mengungkap secara terbuka aktor intelektual di balik peristiwa penyiraman air keras tersebut.
3. Menghentikan segala bentuk tindakan represif dan kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat.
Selain isu Andrie Yunus dan ungkapan belasungkawa atas gugurnya tiga anggota TNI di Lebanon, massa turut menyoroti berbagai permasalahan daerah.
Sorotan utama ditujukan pada kasus dugaan korupsi perjalanan dinas yang melibatkan 44 anggota DPRD Tanggamus pada tahun 2021.
Mahasiswa mendesak Kejaksaan Tinggi Lampung agar segera menetapkan tersangka dan memproses hukum seluruh pihak yang terlibat secara menyeluruh.
Mereka menegaskan bahwa penyelesaian kasus tidak boleh berhenti hanya pada pengembalian kerugian negara.
Isu lingkungan dan tata kota seperti bencana banjir di sejumlah wilayah Lampung serta buruknya pengelolaan sampah di Kota Bandar Lampung turut menjadi poin tuntutan yang disuarakan di depan Gedung DPRD.
Aksi yang bertajuk “Seruan Aksi Akbar Aliansi Mahasiswa Lampung” ini bergerak dari Perpustakaan Daerah Lampung sejak pukul 08.00 WIB. Di sela-sela orasi, mahasiswa juga sempat meminta kehadiran Pangdam Raden Intan untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka.
Berdasarkan pantauan di lokasi, demonstrasi yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian ini berjalan dengan aman dan tertib hingga massa membubarkan diri pada siang hari. (*)






