Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus menjajaki peluang investasi ekonomi hijau bersama perusahaan asal Korea Selatan, PT ESGIN Global Partners, dan Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (BPP AEKI).
Kerja sama ini berfokus pada pengolahan limbah kopi dan serabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung upaya penurunan emisi karbon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjajakan tersebut dibahas dalam audiensi di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus, Kamis (23/7/2026).
Pertemuan dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya yang mewakili Bupati Tanggamus, CEO PT ESGIN Global Partners Brandon Keam, Ketua Umum BPP AEKI Irfan Anwar, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Tanggamus memaparkan besarnya potensi sektor pertanian daerah yang menyumbang 37,46 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2025.
Tercatat, produksi kopi Tanggamus pada 2025 mencapai 39.165 ton dari luas lahan 41.526 hektare, dengan Kecamatan Ulu Belu sebagai sentra utama.
Selain kopi, produksi kelapa di wilayah tersebut juga menyentuh angka 21.988 ton dari lahan seluas 14.000 hektare. Tingginya angka produksi ini menghasilkan potensi limbah melimpah yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagai tindak lanjut, PT ESGIN Global Partners dan BPP AEKI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk membangun ekosistem ekonomi hijau berbasis komoditas kopi.
Usai penandatanganan, rombongan investor langsung meninjau lokasi pengelolaan limbah kopi oleh kelompok tani di kawasan Datarajan dan Ngarip, Kecamatan Ulu Belu.
CEO PT ESGIN Global Partners, Brandon Keam, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bukan sebatas sebagai penanam modal, melainkan mitra strategis pemerintah daerah.
Proyek ini ke depannya akan mencakup pengembangan biochar, perdagangan karbon, dan digitalisasi data lingkungan.
”ESGIN percaya bahwa investasi hijau harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami tidak hanya membangun proyek, tetapi juga membangun kapasitas daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja hijau, serta membantu pemerintah menyusun arah pembangunan Green Economy,” ujar Brandon.
Ketua Umum BPP AEKI, Irfan Anwar, menyambut positif kolaborasi ini dan menilainya sebagai dorongan besar bagi industri kopi nasional.
”Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi transformasi industri kopi Indonesia menuju komoditas berkelanjutan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi di pasar internasional,” kata Irfan.
Melalui kerja sama investasi ini, Kabupaten Tanggamus diproyeksikan menjadi percontohan pengembangan kawasan kopi berkelanjutan nasional.
Program tersebut nantinya akan mengintegrasikan teknologi Digital Measurement, Reporting and Verification (MRV) berbasis kecerdasan buatan, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi petani lokal. (*)






