Tak Lagi Jual Mentah, Ini Rencana Besar Gubernur Mirza untuk Petani Lampung

- Editor

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengusulkan pembangunan kawasan industri pangan di Provinsi Lampung.

Usulan ini disampaikan langsung kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Rahmat Pambudy, saat kunjungan kerjanya di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (24/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Gubernur Mirza memaparkan, bahwa perekonomian Lampung yang mayoritas penduduknya petani (sekitar 70 persen), sangat bergantung pada sektor pertanian dan komoditas pangan.

Lampung saat ini merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional, menempati peringkat keenam untuk produksi padi, peringkat kelima untuk jagung, dan penghasil utama ubi kayu nasional (berkontribusi 70% terhadap produksi tapioka Indonesia).

​Namun, Gubernur menyoroti bahwa masih banyak komoditas unggulan tersebut yang dijual dalam bentuk mentah.

“Bagaimana sisa komoditas yang belum dihilirisasi ini dapat diolah di Lampung. Karena itu, dibutuhkan kawasan industri pangan agar nilai tambah tetap berada di daerah,” tegasnya.

​Untuk mempercepat hal ini, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan sejumlah program prioritas transformasi ekonomi desa, seperti pembangunan fasilitas pupuk hayati cair di 2.500 desa, fasilitas pengering (dryer) di 500 desa, dan program vokasi.

Gubernur Mirza juga secara khusus menyoroti potensi pengembangan komoditas singkong melalui varietas unggul dan peningkatan kadar pati.

​Menanggapi usulan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy menyambut baik dan menyatakan kesiapannya untuk mempelajari usulan tersebut sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan nasional.

Bappenas akan menjadikan pendekatan pembangunan berbasis desa di Lampung sebagai model perencanaan.

​”Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tinggi, tetapi juga harus diikuti pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujar Menteri Rahmat.

Ia menekankan, hilirisasi berbasis pertanian adalah kunci untuk mencapai pertumbuhan dan pemerataan yang tinggi, sekaligus menilai komoditas singkong memiliki prospek strategis untuk pengembangan energi terbarukan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Didera Tekanan Fiskal, Rp3,4 Triliun Melayang, KDM Tunda Bayar Proyek!
Ancaman Serangan Siber Mengintai! Pemprov Lampung ‘Kunci’ Layanan Elektronik Sementara
Impor Distop, Mentan Amran Klaim Harga Singkong Melejit Rp3 Ribu, Petani Pringsewu Panen Cuan?
Kemenag Gagas Gerakan ASN Bersarung dan Berpeci Sepekan Sekali
Diguyur Rp600 Miliar, Ini 19 Ruas Jalan di Provinsi Lampung yang Bakal Disulap Mulus!
APBD Lampung 2027 Tembus Rp7,2 Triliunan, DPRD Tuntut Perbaikan Jalan hingga Lunasi Utang!
Dua Lokasi di Lampung Membara Bersamaan, Way Kambas dan TPA Bandar Jaya, Pemprov Kerahkan 350 Personel!
Pemprov Lampung Buka Lowongan Anggota KI Periode 2027-2031, Ini Syarat Lengkapnya!
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Jabar Didera Tekanan Fiskal, Rp3,4 Triliun Melayang, KDM Tunda Bayar Proyek!

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Ancaman Serangan Siber Mengintai! Pemprov Lampung ‘Kunci’ Layanan Elektronik Sementara

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Impor Distop, Mentan Amran Klaim Harga Singkong Melejit Rp3 Ribu, Petani Pringsewu Panen Cuan?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:51 WIB

Kemenag Gagas Gerakan ASN Bersarung dan Berpeci Sepekan Sekali

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Diguyur Rp600 Miliar, Ini 19 Ruas Jalan di Provinsi Lampung yang Bakal Disulap Mulus!

Berita Terbaru