Presiden Prabowo Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Janji Usut Tuntas hingga Aktor Intelektualnya

- Editor

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bogor – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.  

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sesi wawancara bersama jurnalis Najwa Shihab di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa (17/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dalam wawancara berformat meja bundar tersebut, Prabowo secara tegas mengutuk serangan terhadap Andrie Yunus dan menyebutnya sebagai bentuk terorisme. Ia menginstruksikan agar kasus ini diusut secara menyeluruh, tidak berhenti pada pelaku eksekutor saja.

​”Pasti lah ini terorisme, tindakan biadab harus kita kejar, harus kita usut. Kita usut bukan hanya pelaku lapangan, tapi siapa yang nyuruh, siapa yang bayar,” tegas Prabowo.

​Prabowo juga memberikan jaminan tidak akan ada kekebalan hukum (impunitas) apabila dalam penyelidikan kelak ditemukan keterlibatan aparat negara. “Yang berseragam tidak akan dilindungi, tidak akan ada impunitas. Saya menjamin itu,” ujarnya menjawab rentetan pertanyaan Najwa Shihab.

Sebelumnya, Najwa Shihab memaparkan kondisi Andrie Yunus yang mengalami luka serius akibat insiden penyiraman air keras tersebut. Korban menderita luka bakar hampir 20 persen serta kerusakan pada kornea mata bagian kanan.

Najwa juga menyoroti keresahan publik atas rentetan teror terhadap tokoh dan aktivis kritis dalam setahun terakhir, yang memicu anggapan bahwa ruang aman untuk bersuara kian menyempit.

Menanggapi isu tersebut, Presiden menepis anggapan bahwa pemerintahannya membatasi ruang demokrasi atau bersikap otoriter.

Ia justru meminta publik waspada terhadap potensi provokasi, termasuk strategi operasi bendera palsu (false flag operation) yang sengaja diciptakan pihak tertentu untuk menyudutkan pemerintah.

​Presiden kembali menekankan niatnya untuk membenahi institusi negara dari berbagai praktik kotor.

​”Saya ingin menjamin, saya ingin membangun Indonesia yang beradab. Itu cita-cita saya. Saya ingin membangun pemerintah yang bersih, saya ingin punya polisi yang bersih, jaksa yang bersih, intelijen yang bersih,” ungkap Prabowo.

Di penghujung perdebatan terkait penegakan hukum ini, Prabowo meminta publik untuk bersabar dan memberikan kesempatan kepada kepolisian serta lembaga terkait untuk bekerja.

Merespons desakan Najwa yang menanti pembuktian, Prabowo menegaskan bahwa di masa jabatannya yang baru berjalan satu setengah tahun ini, ia mempertaruhkan jiwanya untuk membela kepentingan rakyat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mencekam! Bak Kartel Meksiko, Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Diwarnai Perlawanan
Bak Film Action! Drama Kejar-kejaran Berakhir di Sungai, Polisi Lumpuhkan Pencuri Mobil Asal Lampung
Buntut Promo Nyeleneh ‘Hafal Al-Qur’an Berhadiah Miras’, Dua Pelaku Akhirnya Berurusan dengan Polisi!
Resmi! Kejati Lampung Lantik Sunandar Pramono Jadi Nakhoda Baru Kejari Tanggamus
Dituntut 7 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp7,85 Miliar, Bupati Nonaktif Ardito Wijaya Masih Bisa Tersenyum
Mayor TNI AL Faisal Didakwa Edarkan Sabu, Gunakan Pesawat Militer! 
20 Oknum Polisi Terseret Kasus Tambang Emas Ilegal Way Kanan, 10 Dijatuhi Sanksi Demosi
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung, Tampil Perdana dengan Rompi Tahanan dan Tangan Terborgol
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Mencekam! Bak Kartel Meksiko, Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Diwarnai Perlawanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bak Film Action! Drama Kejar-kejaran Berakhir di Sungai, Polisi Lumpuhkan Pencuri Mobil Asal Lampung

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Buntut Promo Nyeleneh ‘Hafal Al-Qur’an Berhadiah Miras’, Dua Pelaku Akhirnya Berurusan dengan Polisi!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Resmi! Kejati Lampung Lantik Sunandar Pramono Jadi Nakhoda Baru Kejari Tanggamus

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Dituntut 7 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp7,85 Miliar, Bupati Nonaktif Ardito Wijaya Masih Bisa Tersenyum

Berita Terbaru