Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada akhir Januari 2026, mencatat koreksi signifikan setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
Berdasarkan data Refinitiv, harga emas spot ditutup melemah 9,8% pada level US$4.864,35 per troy ounce pada Jumat (30/1/2026). Harga sempat anjlok hingga 9,5% ke level US$4.883,62 per troy ounce pada hari yang sama, setelah sebelumnya menyentuh puncak US$5.594,82.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada perdagangan Jumat, emas sempat berada di US$5.450 sebelum turun ke level terendah US$4.695,23 sekitar pukul 02.30 WIB.
Penurunan tersebut merupakan koreksi terdalam dalam satu hari sejak Februari 1983, atau hampir 43 tahun terakhir, dengan ambruk mencapai 12,09% pada sesi tertentu.
Sepanjang Januari 2026, emas masih mencatat penguatan lebih dari 13% dan menorehkan kenaikan bulanan keenam berturut-turut sebelum koreksi ini terjadi.
Analis logam mulia David Morgan dari Money Metals News Service menyatakan bahwa pasar logam mulia kerap mengalami penurunan tajam setelah mencapai all-time high di atas US$5.000 per ounce.
Ia menyebut fase kenaikan parabolik sering diikuti koreksi signifikan, meskipun tren jangka panjang tetap didukung oleh fundamental seperti permintaan fisik global dan ketidakpastian ekonomi.
Ncky Shiels, Head of Metals Strategy MKS PAMP SA, menilai Januari 2026 sebagai bulan paling volatil dalam sejarah logam mulia. Ia memperkirakan koreksi berpotensi berlanjut, dengan level US$4.600 per ounce sebagai target penurunan realistis secara teknikal untuk mereset tren bullish jangka menengah.
Faktor pemicu penurunan meliputi aksi profit-taking setelah rally panjang, euforia harga yang terlalu cepat, serta pemutusan momentum teknikal.
Volatilitas ekstrem juga dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, termasuk eskalasi di Timur Tengah, potensi US Shutdown, dan kebijakan tarif AS.
Pembelian emas oleh bank sentral global juga dilaporkan melunak dibandingkan periode pasca-2022.
Secara teknikal, koreksi berpotensi mencapai 20-40% dari level tertinggi sebelum membentuk dasar baru. Level US$4.600 disebut sebagai support sehat untuk kelanjutan tren naik jangka menengah.
Perak tercatat jatuh lebih dalam, sekitar 30% dari puncaknya. Meski mengalami koreksi, fundamental emas dinilai belum kehilangan daya tarik, dengan risiko volatilitas tinggi tetap menjadi perhatian investor.
Saat emas anjlok seperti sekarang, ini bukan akhir dunia, malah peluang akumulasi! Fokus ke DCA atau beli bertahap, hold kalau sudah punya, dan jangan kejar timing sempurna (susah banget).
Emas tetap primadona buat lindung nilai di tengah ketidakpastian global 2026. Kalau kamu di daerah, cek langsung Butik Antam terdekat atau Pegadaian buat update harga real-time. (*)






