Harga Emas Dibanting Habis-Habisan! Dari Puncak ke Jurang, Prediksi Turun Sampai Mana Nih?

- Editor

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada akhir Januari 2026, mencatat koreksi signifikan setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. 

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas spot ditutup melemah 9,8% pada level US$4.864,35 per troy ounce pada Jumat (30/1/2026). Harga sempat anjlok hingga 9,5% ke level US$4.883,62 per troy ounce pada hari yang sama, setelah sebelumnya menyentuh puncak US$5.594,82.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada perdagangan Jumat, emas sempat berada di US$5.450 sebelum turun ke level terendah US$4.695,23 sekitar pukul 02.30 WIB.

Penurunan tersebut merupakan koreksi terdalam dalam satu hari sejak Februari 1983, atau hampir 43 tahun terakhir, dengan ambruk mencapai 12,09% pada sesi tertentu.

Sepanjang Januari 2026, emas masih mencatat penguatan lebih dari 13% dan menorehkan kenaikan bulanan keenam berturut-turut sebelum koreksi ini terjadi.

Analis logam mulia David Morgan dari Money Metals News Service menyatakan bahwa pasar logam mulia kerap mengalami penurunan tajam setelah mencapai all-time high di atas US$5.000 per ounce.

Ia menyebut fase kenaikan parabolik sering diikuti koreksi signifikan, meskipun tren jangka panjang tetap didukung oleh fundamental seperti permintaan fisik global dan ketidakpastian ekonomi.

Caption : Grafik harga emas di tiga bulan terakhir.

Ncky Shiels, Head of Metals Strategy MKS PAMP SA, menilai Januari 2026 sebagai bulan paling volatil dalam sejarah logam mulia. Ia memperkirakan koreksi berpotensi berlanjut, dengan level US$4.600 per ounce sebagai target penurunan realistis secara teknikal untuk mereset tren bullish jangka menengah.

Faktor pemicu penurunan meliputi aksi profit-taking setelah rally panjang, euforia harga yang terlalu cepat, serta pemutusan momentum teknikal.

Volatilitas ekstrem juga dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, termasuk eskalasi di Timur Tengah, potensi US Shutdown, dan kebijakan tarif AS.

Pembelian emas oleh bank sentral global juga dilaporkan melunak dibandingkan periode pasca-2022.

Secara teknikal, koreksi berpotensi mencapai 20-40% dari level tertinggi sebelum membentuk dasar baru. Level US$4.600 disebut sebagai support sehat untuk kelanjutan tren naik jangka menengah.

Perak tercatat jatuh lebih dalam, sekitar 30% dari puncaknya. Meski mengalami koreksi, fundamental emas dinilai belum kehilangan daya tarik, dengan risiko volatilitas tinggi tetap menjadi perhatian investor.

Saat emas anjlok seperti sekarang, ini bukan akhir dunia, malah peluang akumulasi! Fokus ke DCA atau beli bertahap, hold kalau sudah punya, dan jangan kejar timing sempurna (susah banget).

Emas tetap primadona buat lindung nilai di tengah ketidakpastian global 2026. Kalau kamu di daerah, cek langsung Butik Antam terdekat atau Pegadaian buat update harga real-time. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pabrik Sepatu PT PWI 6 Tutup Permanen, 1.100 Pekerja Kena PHK!
IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!
Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!
IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI
IHSG Dibuka Anjlok 4,39 Persen ke Level 4.957, Saham BBCA Rontok Sentuh ARB!
Tancap Gas! Pemprov Lampung Kebut Kawasan Industri Raksasa Katibung, dari Kilang Minyak hingga Pabrik Bioetanol
IHSG Anjlok 8 Persen! Pimpinan DPR, Danantara, OJK dan Kapolri Datangi BEI
Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 Tumbuh di Atas 5 Persen, Tertinggi Kedua se Sumatera
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Pabrik Sepatu PT PWI 6 Tutup Permanen, 1.100 Pekerja Kena PHK!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:08 WIB

IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:56 WIB

IHSG Dibuka Anjlok 4,39 Persen ke Level 4.957, Saham BBCA Rontok Sentuh ARB!

Berita Terbaru