Stabilitas Harga Jelang Nataru: Pemprov Lampung Jamin Stok Pangan Aman

- Editor

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist (Dok. Disperindag Provinsi Lampung)

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan bahwa stok bahan pangan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berada dalam kondisi aman dan terkendali. Jaminan ini disampaikan di tengah catatan inflasi daerah yang menunjukkan tren positif.

​Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, mengungkapkan bahwa inflasi gabungan Provinsi Lampung pada November 2025 tercatat sebesar 0,36 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Secara kumulatif, laju inflasi sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai angka 0,66 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mulyadi Irsan menyoroti rendahnya angka inflasi kumulatif tahun ini yang dipengaruhi oleh deflasi signifikan pada pertengahan tahun.

“Hingga November 2025, inflasi Provinsi Lampung secara kumulatif berada di angka 0,66 persen. Capaian rendah ini disebabkan oleh deflasi yang cukup dalam pada Agustus 2025, yakni minus 1,48 persen,” jelas Mulyadi Irsan.

Deflasi pada Agustus tersebut, lanjutnya, didorong oleh penurunan drastis pada biaya pendidikan menengah.

Hal ini merupakan dampak langsung dari kebijakan penghapusan pungutan komite sekolah di SMA, SMK, dan SLB negeri yang pendanaannya dialihkan dan digantikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Produksi Beras Surplus, Jaga Stabilitas Harga

Dari sisi komoditas strategis utama, Mulyadi Irsan memastikan bahwa produksi beras Provinsi Lampung jauh melampaui kebutuhan konsumsi.

Pada periode Oktober hingga Desember 2025, produksi beras diperkirakan mencapai 260.768 ton, sementara total kebutuhan tercatat sebesar 227.290 ton. Angka ini menghasilkan surplus sebesar 33.478 ton.

​Menurutnya, kondisi surplus produksi ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga beras menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Ketersediaan gabah di tingkat petani masih relatif tinggi karena adanya periode panen. Di samping itu, pemerintah secara konsisten menyalurkan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar tradisional dan ritel modern, termasuk melalui sinergi dengan TNI dan Polri, untuk menjaga daya beli masyarakat,” tutup Mulyadi. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Kotaagung Desak Pos Pantau Taman Soekarno Difungsikan Penuh, Satlantas Siap Maksimalkan Penjagaan
Peringati HAN 2026, 45 Anak Binaan LPKA Bandar Lampung Terima Remisi
Usut Tuntas Kasus Keracunan Massal SMPN 1 Talang Padang, Kapolres AKBP Rahmad Kirim Sampel Makanan ke Labkesda
Sembunyikan 101 Klip Sabu, Bisnis Haram Pria di Lamteng Berakhir di Tangan Tim Tekab 308
Gandeng Investor Korea, Pemkab Tanggamus Siap Olah Limbah Kopi Jadi Cuan!
Panik Diberitakan Korupsi? Sikap Kepala MAN 1 Pringsewu Ancam Wartawan Dikecam GRAK Lampung
Mobil Pick-Up Diduga Angkut Santri di Exit Tol Kalianda Alami Kecelakaan Tunggal, 2 Tewas dan 5 Luka-luka
Polisi Turun Tangan! Selidiki Dugaan Keracunan Massal 55 Warga Tanggamus Akibat Bubur Sumsum
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:02 WIB

Peringati HAN 2026, 45 Anak Binaan LPKA Bandar Lampung Terima Remisi

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:54 WIB

Usut Tuntas Kasus Keracunan Massal SMPN 1 Talang Padang, Kapolres AKBP Rahmad Kirim Sampel Makanan ke Labkesda

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:39 WIB

Sembunyikan 101 Klip Sabu, Bisnis Haram Pria di Lamteng Berakhir di Tangan Tim Tekab 308

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:18 WIB

Gandeng Investor Korea, Pemkab Tanggamus Siap Olah Limbah Kopi Jadi Cuan!

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:32 WIB

Panik Diberitakan Korupsi? Sikap Kepala MAN 1 Pringsewu Ancam Wartawan Dikecam GRAK Lampung

Berita Terbaru