Kebebasan Pers Terancam Premanisme di Lamsel: Jurnalis Kompas TV Diancam Ditikam!

- Editor

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Dunia pers di Lampung bergolak menyusul insiden serius yang menimpa jurnalis Kompas TV, Teuku Khalid Syah, yang diintimidasi dan diancam secara fisik saat meliput di Lampung Selatan. 

Insiden ini, yang terjadi pada Selasa, 25 November 2025, merupakan serangan langsung terhadap kebebasan pers dan fungsi kontrol sosial jurnalis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teuku Khalid Syah tengah meliput dugaan pemerasan terhadap pemilik lahan di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

Setibanya di lokasi, ia diadang oleh sekelompok orang (diduga preman) yang menanyakan liputannya dan mendesak penghapusan rekaman.

Puncak intimidasi terjadi ketika salah seorang pelaku berinisial B melayangkan ancaman keras.

“Saya akan tujah (tusuk) kamu,” ancam pelaku sambil memperagakan gerakan mengambil senjata dari pinggangnya, seperti dituturkan Teuku, rabu (26/11). Jurnalis tersebut mengaku syok berat.

Reaksi Keras Organisasi Pers

Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai organisasi pers. Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, Juniardi, menyebut tindakan ini sebagai bentuk kriminalisasi profesi dan mendesak aparat bertindak cepat.

“Kami mengutuk keras tindakan premanisme yang berupaya membungkam kerja jurnalis. Wartawan dilindungi UU Pers. Intimidasi ini adalah serangan langsung terhadap kebebasan pers,” tegas Juniardi.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung, Andres Afandi, memastikan pendampingan hukum penuh untuk Teuku.

“Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Kami sangat mengecam aksi kekerasan ini karena tidak bisa kita tolerir,” ujar Andres, yang juga menyoroti akar masalah insiden ini, yakni dugaan pemerasan oleh para pelaku terhadap warga pemilik lahan.

Proses Hukum Berjalan

Teuku Khalid Syah telah membuat laporan resmi ke Polres Lampung Selatan atas kasus pengancaman saat menjalankan tugas jurnalistik, dengan nomor laporan LP/B/501/XI/2025/SPKT /Polres Lampung Selatan/ Polda Lampung.

​PFI, AJI, dan IJTI Lampung mendesak Kapolres Lampung Selatan dan Polda Lampung memberikan atensi khusus untuk mengusut tuntas insiden ini, mencari dalang di balik kelompok preman tersebut, serta memberikan efek jera.

Pelaku yang menghalangi tugas wartawan dapat dijerat Pasal 18 Ayat (1) UU Pers, dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun atau denda hingga Rp. 500.000.000,00. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Usai Mutasi Besar-besaran, Ada 28 Jenderal Bintang Tiga yang Aktif di Polri, Berikut Daftar Lengkapnya!
Gaya Elit, Ternyata Tukang Tipu! Kedok Investasi Mobil Rental Terbongkar, Korban Rugi Ratusan Juta
Diduga Cemarkan Nama Baik, Konten Kreator Rohadi Alcantara Diciduk Polisi di Tangerang, Kreator Kanda J Buka Suara!
Tersangka Korupsi Jalan di Lampung Utara MD di Rutan Polda, Keluarga Duga Ada Kelalaian Medis!
Viral Video Pejabat SPPG Aniaya Kepala SPPG, Diduga Dipicu Sertifikat Palsu
Imbas Pemisahan Pemilu, MK Diminta Perpanjang Masa Jabatan DPRD 2024-2029 hingga 2031
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan, Termasuk Adik Kepala BNPB
Ijazah Kembaran Eva Dwiana Dipermasalahkan, PUSKAP Desak Kapolda Lampung Gelar Perkara Terbuka
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:52 WIB

Usai Mutasi Besar-besaran, Ada 28 Jenderal Bintang Tiga yang Aktif di Polri, Berikut Daftar Lengkapnya!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Gaya Elit, Ternyata Tukang Tipu! Kedok Investasi Mobil Rental Terbongkar, Korban Rugi Ratusan Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:05 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik, Konten Kreator Rohadi Alcantara Diciduk Polisi di Tangerang, Kreator Kanda J Buka Suara!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Tersangka Korupsi Jalan di Lampung Utara MD di Rutan Polda, Keluarga Duga Ada Kelalaian Medis!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Viral Video Pejabat SPPG Aniaya Kepala SPPG, Diduga Dipicu Sertifikat Palsu

Berita Terbaru