Kejati Terima Tantangan PWI Lampung, Ungkap Mafia Pangan yang Belum Tersentuh Hukum

- Editor

Rabu, 31 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Plt Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung I Gde Ngurah Sriada (kiri) bersama Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusuma (kanan). (Dok. PWI Lampung)

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung akan mengungkap mafia pangan yang menjadi penyebab kelangkaan dan mahalnya harga kebutuhan pokok di provinsi ini.

Hal itu ditegaskan Pelaksana tugas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung I Gde Ngurah Sriada seusai menerima informasi dan saran dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di ruang kerja, Selasa (30/7).

Gde mengapresiasi saran dan masukan dari pengurus PWI Lampung terkait kelangkaan bahan pangan yang mengakibatkan harga pangan meroket.

“Terima kasih informasi dan sarannya, Pak Amir (Wakil Ketua Bidang Siber Amiruddin Sormin). Kami akan mengonfirmasinya, jadi bukan hanya kasus korupsi pengadaan barang dan jasa dan proyek saja,” katanya didampingi Asisten Pembinaan M. Syarif, Asisten Intelijen Fajar Gurindro, Asisten Tindak Pidana Umum Eman Sulaeman, Asisten Tindak Pidana Khusus M. Amin, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Dwi Indrayati, dan Kabag TU Tumpal Eben Ezer Bakara.

Gde mengakui harga pangan di Lampung tergolong tinggi dibandingkan dengan beberapa daerah di Tanah Air. Hal ini berdampak terhadap laju inflasi, dimana Kejati masuk ke dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Tentunya, kami akan melakukan puldata (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) terlebih dahulu. Sekali lagi, kami berterima kasih atas informasi dan masukannya,” ucap mantan Wakajati Maluku itu.

Lebih lanjut, Gde mengajak PWI Lampung untuk terus bersinergi dengan jajarannya hingga Kejari. Karena menurutnya, kinerja Kejati tidak akan maksimal tanpa wartawan.

“Kami tanpa wartawan bukan apa-apa, percuma kerja keras mengungkap kasus jika tidak diberitakan oleh wartawan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengapresiasi kinerja dan keterbukaan informasi di Kejati.

“Kami berharap sinergitas antara PWI Lampung dan Kejati terus terjalin. Bahkan sinergitas ini sudah berjalan baik di PWI kabupaten/kota dengan Kejari setempat, seperti PWI Mesuji dan Kejari Mesuji dengan program jaksa masuk sekolah,” ujarnya. (rls)

Facebook Comments Box

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Selundupkan 9.450 Butir Ekstasi ke Medan, Warga Natar Lampung Divonis 12 Tahun Penjara
Tuntut Kapolda Lampung Mundur, Warga Jabung Geruduk Mabes Polri Buntut Tewasnya DPO Joni ‘Jabung’
Nekat Edarkan Ribuan Pil Ekstasi di Bandar Lampung, Dua Tersangka Terancam Hukuman Mati!
Harga Motor Listrik MBG Di-Mark Up Hingga Rp47 Juta Per Unit, Kejagung Tahan Bos PT YAT
Berkas Tak Sinkron, Kejati Lampung Kembalikan Perkara Tambang Emas Ilegal Way Kanan ke Polda
Digelandang ke Bareskrim, Oknum Anggota Brimob ‘Sniper’ Bekingi Sindikat Narkoba!
Akal-akalan Tutupi Audit, KPK Bongkar Aliran Suap Bupati Muara Enim ke Oknum BPK
Tindak Lanjut KUHP Baru, Pemkab Lampung Tengah Matangkan Aturan Pidana Kerja Sosial
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 05:37 WIB

Selundupkan 9.450 Butir Ekstasi ke Medan, Warga Natar Lampung Divonis 12 Tahun Penjara

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:45 WIB

Tuntut Kapolda Lampung Mundur, Warga Jabung Geruduk Mabes Polri Buntut Tewasnya DPO Joni ‘Jabung’

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:47 WIB

Nekat Edarkan Ribuan Pil Ekstasi di Bandar Lampung, Dua Tersangka Terancam Hukuman Mati!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:10 WIB

Harga Motor Listrik MBG Di-Mark Up Hingga Rp47 Juta Per Unit, Kejagung Tahan Bos PT YAT

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:03 WIB

Berkas Tak Sinkron, Kejati Lampung Kembalikan Perkara Tambang Emas Ilegal Way Kanan ke Polda

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Mahasiswa BEM se-Lampung Demo, Desak Penghentian Program MBG dan KDMP!

Senin, 15 Jun 2026 - 15:07 WIB