Caption : AA (34) dan AJ (30), dua tersangka yang dibekuk Polsek Pugung kurang dari 24 jam atas pembunuhan pasutri.
Hariannarasi.com, Tanggamus – Tabir gelap yang menyelimuti kematian tragis pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Tanggamus, akhirnya tersingkap.
Tak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk membongkar kasus pembunuhan sadis yang menimpa RH (54) dan SK (50).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan, Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanggamus berhasil membekuk dua orang terduga pelaku pada Minggu (14/12).
Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, mengonfirmasi keberhasilan jajarannya tersebut.
“Alhamdulillah, kasus ini telah terungkap terang benderang. Dua pelaku kini sudah diamankan oleh tim di lapangan,” ujar Kombes Yuni dalam keterangannya, Minggu (14/12).
Orang Dekat dan Pengkhianatan Kepercayaan
Fakta yang terungkap pasca-penangkapan cukup mengejutkan. Dua tersangka yang dibekuk, yakni AA (34) dan AJ (30), ternyata bukanlah orang asing bagi para korban.
Keduanya tercatat sebagai warga Dusun Way Pering, Kecamatan Pugung, yang notabene bertetangga dengan lokasi kejadian. Lebih ironis lagi, kedua pelaku diketahui memiliki hubungan pertemanan dengan anak kandung korban.
”Pelaku ini adalah teman-teman dari anak korban dan tinggal bertetangga. Kedekatan inilah yang membuat mereka memahami seluk-beluk dan kondisi rumah korban,” jelas Kombes Yuni, menyiratkan adanya unsur penyalahgunaan kepercayaan dalam tragedi ini.
Sebelumnya, keheningan Pekon Way Pring pecah pada Sabtu (13/12) malam. Sekitar pukul 23.30 WIB, RH dan SK ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi bersimbah darah di dalam rumah mereka.
Dalam penangkapan AA dan AJ, polisi turut menyita barang bukti krusial berupa dua bilah senjata tajam jenis golok. Benda inilah yang diduga kuat digunakan para pelaku untuk menghabisi nyawa kedua korban secara brutal.
Saat ini, kedua tersangka telah digelandang ke Mapolres Tanggamus untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Meski pelaku telah tertangkap, tugas penyidik belum usai.
Fokus kini diarahkan untuk menggali motif di balik aksi keji tersebut, apakah murni didorong desakan ekonomi, dendam pribadi, atau ada pemicu lain yang membuat dua sahabat anak korban ini tega menjadi pencabut nyawa orang tuanya. (*)






