Empat Pilar dalam Balutan Budaya Lokal : MPR Gaungkan Nasionalisme di Lampung

- Editor

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengokohkan fondasi kebangsaan, kali ini dengan merangkul kearifan lokal. 

Berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, MPR sukses menggelar sosialisasi Empat Pilar yang dikemas apik dalam pagelaran seni budaya bertajuk “Menggaungkan Kembali Semangat Persatuan dan Nasionalisme Lewat Kesenian Rakyat Lampung” di Aula Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur Lampung, Rabu (19/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara dibuka dengan tayangan video informatif mengenai Empat Pilar, meletakkan dasar penguatan nilai-nilai kebangsaan. Namun, daya tarik utama terletak pada strategi MPR yang memilih medium seni daerah, sebuah pendekatan yang diyakini efektif untuk menancapkan kembali Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ke sanubari masyarakat Lampung.

Panggung megah di Mahan Agung menyajikan kekayaan otentik Lampung. Penonton disuguhi Tari Sigeh Pengunten yang agung, sebuah simbol penghormatan dan persatuan.

Sementara itu, seni vokal Haihwang diperdengarkan, memancarkan tuntunan hidup yang sarat makna. Puncak visual dicapai melalui peragaan busana Kain Tapis, memamerkan kekayaan motif yang tak hanya estetis, tetapi juga menjadi representasi identitas budaya Lampung yang kuat.

​Setiap mata acara disisipi narasi kebangsaan yang terintegrasi, menegaskan bahwa seni dan budaya bukanlah entitas yang terpisah dari semangat nasionalisme. Ratusan pengrajin tapis dan masyarakat umum memadati area acara, menjadi saksi hidup kolaborasi strategis antara lembaga tinggi negara dan pemerintah daerah.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam sambutannya, secara eksplisit menunjuk Provinsi Lampung sebagai praktik budaya dalam kebhinekaan yang natural.

“Siapa pun yang datang dan hidup di Lampung, meski berasal dari etnis berbeda, akan merasa menjadi bagian dari masyarakat Lampung,” tegas Muzani.

​Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap kekayaan seni dan budaya Lampung, khususnya busana adat yang ditampilkan. Menurutnya, kekuatan budaya daerah inilah yang sejatinya memperkaya jati diri bangsa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan Nusantara.

Namun, Muzani juga menyampaikan peringatan keras mengenai ismendatang, yakni ancaman kepunahan Bahasa Lampung. Ia menyoroti fenomena semakin jarangnya bahasa daerah digunakan sebagai bahasa sehari-hari di rumah. Ia berharap tradisi, pakaian, dan, yang terpenting, Bahasa Lampung, tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Kegiatan serupa dipastikan akan terus digelar di berbagai daerah, menandakan komitmen MPR untuk memperkuat edukasi kebangsaan melalui pendekatan budaya yang inklusif dan mudah dicerna masyarakat.

Nilai Piil Pesenggiri di Era Digital

Di sisi lain, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa Empat Pilar telah menjadi fondasi kokoh bagi tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Nilai-nilai ini harus terus disosialisasikan, dipahami, dan diimplementasikan oleh seluruh masyarakat, termasuk melalui ruang seni dan budaya seperti kegiatan hari ini,” ujar Gubernur Mirza.

Mirza menegaskan bahwa Lampung, dengan filosofi Sai Bumi Ruwa Jurai—melambangkan dua unsur masyarakat yang hidup berdampingan—adalah contoh nyata keberagaman yang harmonis.

Falsafah Piil Pesenggiri (Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Bejuluk Beadek, dan Sakai Sambayan) disebutnya sebagai nilai luhur dan sumber kekuatan Provinsi Lampung.

​Menyambut perkembangan zaman, Gubernur Mirza menekankan perlunya modernisasi dalam pelestarian budaya. “Di era digital ini kita juga harus melanjutkan tradisi itu dengan cara yang modern. Generasi muda sekarang punya kesempatan untuk menyebarkan budaya melalui kreativitas, kolaborasi, dan teknologi,” pungkasnya.

Gubernur berharap, pagelaran seni budaya ini menjadi sarana edukasi yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga inspiratif, sukses menanamkan nilai-nilai kebangsaan bagi seluruh yang hadir. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bansos Tahap 3 Cair! Nama Anda Terdaftar? Cek Sekarang, Cuma Modal KTP dan HP
Ini Profil dan Rekam Jejak Supriyono alias ‘Mas Botok’, Aktivis Pati yang Viral
Kawal RUU Perampasan Aset, Aktivis AMPB Diterima Pimpinan DPR dan Naik ke Balkon Paripurna
Temui Massa Pati, Wakil Ketua DPR Don Dasco Janji Mundur Jika Pengesahan RUU Perampasan Aset Molor
Lampung Resmi Jadi ‘Rumah’ Kapal Induk Pertama Indonesia, Prabowo Dijadwalkan Pimpin Peresmian
Viral Polling Kinerja Presiden di Threads, 85 Persen Netizen Beri Rapor Sangat Buruk!
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin, Pesawat Berhenti Dekat Jalan Raya
Ultimatum Keras Wagub Kalbar ke Prabowo: Jangan Sampai Kami Jadi Papua dan Aceh Berikutnya!
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 02:02 WIB

Bansos Tahap 3 Cair! Nama Anda Terdaftar? Cek Sekarang, Cuma Modal KTP dan HP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Ini Profil dan Rekam Jejak Supriyono alias ‘Mas Botok’, Aktivis Pati yang Viral

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Kawal RUU Perampasan Aset, Aktivis AMPB Diterima Pimpinan DPR dan Naik ke Balkon Paripurna

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Temui Massa Pati, Wakil Ketua DPR Don Dasco Janji Mundur Jika Pengesahan RUU Perampasan Aset Molor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Lampung Resmi Jadi ‘Rumah’ Kapal Induk Pertama Indonesia, Prabowo Dijadwalkan Pimpin Peresmian

Berita Terbaru