Dari Limbah Kopi Menjadi Manfaat? Lampung Fest 2025 Dorong Inovasi Kopi Berkelanjutan

- Editor

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Lampung Fest 2025 bukan sekadar parade aroma kopi dan hiruk pikuk barista lokal. Di tengah kemeriahan festival, sebuah diskusi penting telah menarik perhatian publik, menggarisbawahi potensi limbah kulit kopi sebagai kunci menuju pertanian berkelanjutan melalui inovasi biochar. 

Pavilion Kopi menjadi saksi talkshow bertema “Pengelolaan Limbah Kopi (Biochar)”. Acara ini menghadirkan Sismita Sari, S.P., M.P., Dosen Pengelolaan Perkebunan Kopi Politeknik Negeri Lampung (Polinela), yang menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam melihat sisa hasil olahan kopi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sismita Sari menyoroti volume besar limbah kulit kopi di Lampung yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal. “Walaupun sudah ada berbagai cara pengelolaan, tetap saja sebagian besar terbuang,” ujarnya, Selasa (19/11).

Ia secara tegas mempromosikan biochar sebagai solusi strategis untuk mendukung ekonomi sirkular. Biochar didefinisikan sebagai karbon berpori yang dihasilkan melalui proses pirolisis, yakni pembakaran pada suhu tinggi dengan sedikit oksigen.

​Inilah keunggulan yang membuat biochar dijuluki ‘amandemen tanah’ serbaguna. Berkat struktur porinya, produk hijau ini memiliki kemampuan luar biasa:

  • Menahan air dan menyerap racun.
  • Meningkatkan pH tanah yang seringkali asam.
  • Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK).
  • Menciptakan habitat ideal bagi mikroorganisme penting untuk siklus hara, yang pada akhirnya menyehatkan lingkungan tanaman.

Dengan kandungan karbon mencapai 60 hingga 90 persen, biochar dianggap vital untuk memulihkan kondisi lahan marjinal dan tanah miskin nutrisi yang menjadi tantangan utama di sentra kopi nasional seperti Lampung.

Inovasi ini, menurut para ahli, adalah bagian dari strategi konservasi tanah yang harus diadopsi untuk menjaga produktivitas kebun kopi di tengah ancaman perubahan iklim dan degradasi lahan.

“Kami mendukung program pemerintah menuju zero waste. Bahkan limbah kopi pun bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tambah Sismita.

Festival Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Ruang Edukasi

​Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung, Bobby Irawan, menyambut baik sesi edukasi ini. Ia menekankan bahwa Lampung Fest dirancang sebagai panggung komprehensif.

​“Lampung Fest menjadi ajang untuk mempromosikan pariwisata, budaya, dan potensi ekonomi kreatif daerah,” terang Bobby.

Selain konser musik, atraksi budaya, dan pameran, festival ini berfungsi sebagai ruang belajar. “Edukasi tentang pengolahan limbah kopi menjadi biochar menunjukkan bahwa industri kopi punya masa depan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Sesi biochar ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi yang diselenggarakan panitia bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Lampung dan Polinela.

Rangkaian ini sebelumnya dibuka dengan pembahasan budidaya kopi organik pada Senin (17/11) oleh Hafiz Luthfi, S.P., M.P., dan akan ditutup dengan talkshow hilirisasi kopi pada Jumat (21/11) oleh Ir. Maryanti, S.T.P., M.Si. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

10 Gajah Liar Masuki Pemukiman di Sedayu, Ladang Jagung Warga Ludes!
Polda Lampung Libas 17 Sindikat di Pelabuhan Bakauheni, 179,5 Kg Sabu Gagal Edar!
Rekam dan Lakukan Kekerasan Seksual, Polisi Ringkus Pemuda Asal Lamsel Usai Dilaporkan Sang Pacar
Buron Setahun, DPO Kasus Begal Sadis di Lampung Timur Akhirnya Diringkus Polisi
Curi Mobil Orang Tua Teman, Pemuda di Bandar Lampung Ditembak Polisi!
HUT Ke-344 Bandar Lampung, Gubernur dan Wali Kota Soroti Tantangan Kompleks dan 5 Prioritas Pembangunan Kota
Disuntik Investasi 25 Juta Euro, Proyek Ini Akan Ubah Sampah di Lampung Jadi Energi!
Diduga Rem Blong, Tabrakan Beruntun Tiga Truk di Jalinsum Lamsel Tewaskan Dua Orang
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18 WIB

10 Gajah Liar Masuki Pemukiman di Sedayu, Ladang Jagung Warga Ludes!

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:44 WIB

Polda Lampung Libas 17 Sindikat di Pelabuhan Bakauheni, 179,5 Kg Sabu Gagal Edar!

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:29 WIB

Buron Setahun, DPO Kasus Begal Sadis di Lampung Timur Akhirnya Diringkus Polisi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:51 WIB

Curi Mobil Orang Tua Teman, Pemuda di Bandar Lampung Ditembak Polisi!

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:54 WIB

HUT Ke-344 Bandar Lampung, Gubernur dan Wali Kota Soroti Tantangan Kompleks dan 5 Prioritas Pembangunan Kota

Berita Terbaru