Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jawa Timur – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan pentingnya penguatan ketahanan dan kemandirian bangsa agar Indonesia mampu berdiri tegak dan membantu negara-negara yang tertindas.
Pesan tersebut ditegaskan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan 100 Tahun (Seabad) Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu (19/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen kenegaraan ini diwarnai dengan aksi solidaritas ketika Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Al-Sattari, mengalungkan sorban secara langsung kepada Kepala Negara.
Di sela-sela sambutannya, Prabowo menyapa Abdalfatah yang kemudian langsung berdiri, menunjukkan sorban, dan menghampiri Presiden untuk mengalungkannya.
Peristiwa tersebut memicu keprihatinan mendalam Prabowo atas krisis kemanusiaan yang terus berlanjut di Palestina. Ia mengungkapkan duka karena bantuan yang bisa diberikan Indonesia saat ini masih terbatas.
”Saya minta maaf, tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, dibom, diserang terus-menerus. Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu,” ujar Prabowo.
Sesaat kemudian, terdengar Presiden Prabowo meneriakkan kalimat ‘sakral’ yakni free palestine sebanyak tiga kali di auditorium Ponpes Gontor.
Presiden juga menegaskan, penindasan di Palestina harus menjadi pemicu bagi Indonesia untuk membangun kekuatan nasional.
“Kita harus kuat, karena kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang ditindas bangsa lain. Kalau kita tidak punya kekuatan, bagaimana kita membantu,” tegasnya memperingatkan negara yang lemah akan mudah diinjak-injak dalam politik global.
Untuk mewujudkan kekuatan bangsa tersebut, Prabowo menilai Indonesia perlu meneladani prinsip pendidikan “Panca Jiwa” dari Gontor, yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.
Menurutnya, kelima fondasi ini sejalan dengan perjuangan bangsa agar dapat berdiri di atas kaki sendiri.
Secara khusus, Kepala Negara menyoroti pentingnya integritas bagi para pemangku jabatan publik dan memperingatkan keras praktik korupsi yang merusak ketahanan negara.
”Harus berbudi tinggi. Jujur, ikhlas, enggak boleh jadi koruptor. Jangan pura-pura berbudi tinggi, pura-pura ikhlas, pura-pura jujur. Begitu dikasih kepercayaan jabatan, nyolong,” tegas Prabowo.
Sebagai penutup, mantan Menteri Pertahanan ini berpesan agar Gontor terus mencetak generasi penerus berkarakter unggul, sembari tetap menjaga netralitas institusi pendidikannya.
”Gontor harus di atas segala golongan politik. Gontor tidak boleh ke mana-mana, tapi harus ada di mana-mana. Teruskan panggilan sejarah, berbuat yang terbaik untuk bangsa dan umat,” pungkas Presiden. (*)
Berikut video lengkapnya:






