Sulteng Dikeruk, DBH Cuma Rp200 M: Gubernur Interupsi DPR, Warga Galang Koin Seribu

- Editor

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi Tambang dan Smelter. 

Hariannarasi.com, Jakarta – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, melayangkan protes keras kepada pemerintah pusat terkait ketimpangan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan.

Protes tersebut disampaikan langsung melalui interupsi dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta tahun lalu, menyoroti minimnya porsi fiskal yang diterima daerah di tengah masifnya eksploitasi sumber daya alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Anwar menegaskan, wilayah Sulawesi Tengah saat ini mengalami kerusakan lingkungan yang parah atau hancur-hancuran akibat aktivitas pertambangan.

Ironisnya, meski Sulteng tercatat sebagai salah satu provinsi penyumbang devisa terbesar di Indonesia, DBH pertambangan yang mengalir ke kas daerah hanya berkisar Rp200 miliar per tahun.

Padahal, Sektor pertambangan di Sulawesi Tengah menghasilkan nilai ekonomi yang sangat besar hingga mencapai Rp570 triliun untuk negara.

Seperti wilayah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara telah menjadi pusat industri nikel global. Daerah ini dipenuhi oleh berbagai perusahaan pengolahan hulu hingga hilir (smelter) yang memproduksi feronikel hingga komponen baterai kendaraan listrik.

Belum lagi, Sulawesi Tengah menyumbang sekitar 2,32% cadangan emas nasional. Wilayah penghasil utamanya meliputi Parigi Moutong, Toli-Toli, Donggala, Sigi, Kota Palu, dan Lambunu dengan PT Citra Palu Mineral sebagai salah satu produsen terbesarnya.

Komoditas daerah ini juga kaya akan potensi galian C (batuan dan pasir), minyak bumi, gas alam, tembaga, besi, serta bauksit.

​Selain masalah ketimpangan DBH, Anwar turut mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang memberikan status bandara internasional kepada bandara khusus milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali.

Ia mendesak agar Bandara Mutiara SIS Al-Jufri di Kota Palu tetap dijadikan pintu masuk utama bagi Tenaga Kerja Asing (TKA).

Hal ini dinilai krusial untuk memastikan adanya efek ganda (multiplier effect) bagi pemerataan ekonomi di ibu kota provinsi dan sekitarnya.

Kritik Satire Koin Rp1.000 dan Demo Logistik

​Kekecewaan pemerintah daerah atas ketidakadilan fiskal tersebut memicu gelombang solidaritas dari masyarakat sipil.

Pada awal September 2026, ribuan massa yang tergabung dalam aliansi pemuda dan mahasiswa menggelar aksi protes terbuka di Kota Palu.

​Dalam aksinya, massa menggalang koin Rp1.000 sebagai bentuk kritik satire yang ditujukan kepada para anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Sulteng.

Para wakil rakyat tersebut dinilai gagal memperjuangkan hak fiskal daerah di Senayan.

Selain itu, massa juga menuntut dilakukannya judicial review terhadap Undang-Undang tentang Provinsi Sulawesi Tengah.

​Gejolak di Sulteng tidak berhenti pada isu tambang. Pada pertengahan September 2026, ratusan massa aksi beserta puluhan mobil kontainer menggeruduk Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Demonstrasi ini dipicu oleh gangguan atau error pada sistem barcode pengisian BBM jenis Solar subsidi di sejumlah SPBU setempat, yang berdampak pada terhambatnya rantai distribusi logistik daerah.

​Sebagai langkah untuk meredam ketegangan publik yang beruntun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan telah membuka ruang serap aspirasi masyarakat secara inklusif.

Terkait kelumpuhan distribusi logistik, Pemprov berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan operasional tersebut secara langsung kepada dinas-dinas dan pihak berwenang terkait. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PWI Tegaskan Tetap Jadi Penyelenggara HPN 2027 di Lampung, Pastikan Lebih Inklusif
Bansos Tahap 3 Cair! Nama Anda Terdaftar? Cek Sekarang, Cuma Modal KTP dan HP
Ini Profil dan Rekam Jejak Supriyono alias ‘Mas Botok’, Aktivis Pati yang Viral
Kawal RUU Perampasan Aset, Aktivis AMPB Diterima Pimpinan DPR dan Naik ke Balkon Paripurna
Temui Massa Pati, Wakil Ketua DPR Don Dasco Janji Mundur Jika Pengesahan RUU Perampasan Aset Molor
Lampung Resmi Jadi ‘Rumah’ Kapal Induk Pertama Indonesia, Prabowo Dijadwalkan Pimpin Peresmian
Viral Polling Kinerja Presiden di Threads, 85 Persen Netizen Beri Rapor Sangat Buruk!
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin, Pesawat Berhenti Dekat Jalan Raya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:40 WIB

Sulteng Dikeruk, DBH Cuma Rp200 M: Gubernur Interupsi DPR, Warga Galang Koin Seribu

Rabu, 2 September 2026 - 13:28 WIB

PWI Tegaskan Tetap Jadi Penyelenggara HPN 2027 di Lampung, Pastikan Lebih Inklusif

Rabu, 2 September 2026 - 02:02 WIB

Bansos Tahap 3 Cair! Nama Anda Terdaftar? Cek Sekarang, Cuma Modal KTP dan HP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Ini Profil dan Rekam Jejak Supriyono alias ‘Mas Botok’, Aktivis Pati yang Viral

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Kawal RUU Perampasan Aset, Aktivis AMPB Diterima Pimpinan DPR dan Naik ke Balkon Paripurna

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Usai Gubernur Lampung Gelar Salat Istisqa, Hujan Guyur Bandar Lampung

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:09 WIB