Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat mencapai 454,8 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan sekitar Rp8.046,3 triliun pada Juli 2026.
Secara akumulatif, total utang Indonesia kepada negara kreditor tercatat sebesar 209,770 miliar dollar AS (sekitar Rp3.712,1 triliun).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain dari negara, Indonesia juga memiliki kewajiban kepada organisasi internasional sebesar 46,799 miliar dollar AS (sekitar Rp828,1 triliun).
Mencakup pinjaman dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) sebesar Rp375,4 triliun, Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp217,8 triliun, serta International Monetary Fund (IMF) sebesar Rp155 triliun.
Komposisi Peminjam Pemerintah dan Swasta
Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN pemerintah pada Juli 2026 berada di angka 218,4 miliar dollar AS (sekitar Rp3.863,9 triliun) dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,2 persen.
Pertumbuhan ini dipicu oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.
Sementara itu, ULN swasta tercatat sebesar 194,5 miliar dollar AS (sekitar Rp3.440,1 triliun) atau mengalami kontraksi 1,2 persen secara tahunan.
Utang swasta tersebut mayoritas bersumber dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian yang mencakup 80,6 persen dari total ULN swasta.
Struktur Utang Diklaim Tetap Sehat
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat dan didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Juli 2026 tercatat sebesar 30,7 persen dengan dominasi utang berjangka panjang.
”Perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia tetap terjaga,” ujar Ramdan, Selasa (15/9/2026).
Pemerintah bersama BI menyatakan akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, sembari meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian makro.
Daftar Negara Pemberi Hutang
Berdasarkan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi September 2026, Singapura menempati posisi sebagai negara kreditor terbesar bagi Indonesia.
- Singapura pada Juli 2026 mencapai 51,269 miliar dollar AS atau sekitar Rp907 triliun.
- Amerika Serikat: 29,476 miliar dollar AS (sekitar Rp521,5 triliun).
- China: 25,778 miliar dollar AS (sekitar Rp456,1 triliun).
- Jepang: 20,495 miliar dollar AS (sekitar Rp362,6 triliun).
- Hong Kong: 20,114 miliar dollar AS (sekitar Rp355,9 triliun). (*)






