Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyuntikkan likuiditas ke sistem perbankan nasional dengan menempatkan tambahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 70 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Penempatan dana ini merupakan langkah pemerintah untuk mendorong laju perekonomian nasional dan menjaga likuiditas di pasar keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suntikan tambahan dari pemerintah tersebut disalurkan secara bertahap dalam kurun waktu satu pekan. Purbaya menyatakan, tahap pertama sebesar Rp 40 triliun telah disuntikkan pada hari ini, Rabu (5/8/2026), sementara sisa Rp 30 triliun akan disalurkan pada pekan depan.
”Saya juga bilang ke mereka, siang ini saya inject Rp 40 triliun tambahan. Minggu depan saya tambah lagi Rp 30 triliun. Jadi kira-kira total di sistem perbankan uang pemerintah hampir Rp 400 triliun, seperti yang saya janjikan dulu,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Terkait distribusi penempatan, Purbaya memastikan alokasi ke tiap bank tidak berubah dari skema sebelumnya. Mayoritas atau porsi terbesar disalurkan kepada tiga bank pelat merah utama, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
Meski demikian, dua anggota bank Himbara lainnya, yaitu Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), dipastikan turut mendapatkan kucuran likuiditas pemerintah dengan porsi yang lebih terukur.
”Sharing-nya sama seperti sebelumnya-sebelumnya ya. Jadi Rp 70 triliun nambah seminggu ini. Yang tiga besar sama share-nya, nanti yang dua itu lebih kecil sedikit, BTN sama BSI,” jelasnya.
Penempatan dana yang berkelanjutan melalui instrumen SAL ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan ekspansi kredit perbankan BUMN di tengah upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. (*)






