Menkeu Purbaya Tambah Suntikan Dana SAL Rp 70 Triliun ke Himbara, BTN dan BSI Dapat Jatah

- Editor

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyuntikkan likuiditas ke sistem perbankan nasional dengan menempatkan tambahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 70 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Penempatan dana ini merupakan langkah pemerintah untuk mendorong laju perekonomian nasional dan menjaga likuiditas di pasar keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Suntikan tambahan dari pemerintah tersebut disalurkan secara bertahap dalam kurun waktu satu pekan. Purbaya menyatakan, tahap pertama sebesar Rp 40 triliun telah disuntikkan pada hari ini, Rabu (5/8/2026), sementara sisa Rp 30 triliun akan disalurkan pada pekan depan.

​”Saya juga bilang ke mereka, siang ini saya inject Rp 40 triliun tambahan. Minggu depan saya tambah lagi Rp 30 triliun. Jadi kira-kira total di sistem perbankan uang pemerintah hampir Rp 400 triliun, seperti yang saya janjikan dulu,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

​Terkait distribusi penempatan, Purbaya memastikan alokasi ke tiap bank tidak berubah dari skema sebelumnya. Mayoritas atau porsi terbesar disalurkan kepada tiga bank pelat merah utama, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

​Meski demikian, dua anggota bank Himbara lainnya, yaitu Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), dipastikan turut mendapatkan kucuran likuiditas pemerintah dengan porsi yang lebih terukur.

​”Sharing-nya sama seperti sebelumnya-sebelumnya ya. Jadi Rp 70 triliun nambah seminggu ini. Yang tiga besar sama share-nya, nanti yang dua itu lebih kecil sedikit, BTN sama BSI,” jelasnya.

​Penempatan dana yang berkelanjutan melalui instrumen SAL ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan ekspansi kredit perbankan BUMN di tengah upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pengguna QRIS di Lampung Tembus 1,6 Juta, Total Transaksi Capai Rp2,3 Triliun
Ini Daftar Negara Pemberi Utang Luar Negeri Indonesia, Siapa Jadi Kreditur Terbesar? 
Jauh dari Kota, Ibu di Lampung Barat Ini Sukses Buka BRILink Sendiri di Pasar Srengit
Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar
Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?
Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI
Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!
Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:06 WIB

Pengguna QRIS di Lampung Tembus 1,6 Juta, Total Transaksi Capai Rp2,3 Triliun

Rabu, 16 September 2026 - 09:55 WIB

Ini Daftar Negara Pemberi Utang Luar Negeri Indonesia, Siapa Jadi Kreditur Terbesar? 

Jumat, 11 September 2026 - 01:39 WIB

Jauh dari Kota, Ibu di Lampung Barat Ini Sukses Buka BRILink Sendiri di Pasar Srengit

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 08:43 WIB

Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?

Berita Terbaru