Mahasiswa Baru Diduga Jadi Korban Kekerasan, Pelaksanaan PBAK UIN RIL Banjir Kecaman

- Editor

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Hari pertama pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) pada Rabu, 2 September 2026, diwarnai oleh insiden kericuhan dan dugaan tindak kekerasan terhadap mahasiswa baru.

​Peristiwa kericuhan tersebut diketahui berlangsung tepat di depan Gedung Rektorat UIN RIL. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak kepanikan melanda area kampus yang ditandai dengan sejumlah mahasiswa yang berlarian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, penyebab pasti yang memicu kericuhan dan kepanikan tersebut masih belum diketahui.

​Selain insiden kepanikan, kegiatan yang seharusnya menjadi ajang edukatif ini mendapat sorotan tajam menyusul adanya dugaan pemukulan terhadap mahasiswa baru (maba).

Berdasarkan informasi yang beredar, pada saat kejadian dugaan kekerasan tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) tidak berada di lokasi kejadian.

Akibatnya, mahasiswa baru yang diduga menjadi korban terkesan dibiarkan tanpa adanya pendampingan serta pertanggungjawaban yang jelas.

​Menyikapi insiden yang mencederai ruang penyambutan mahasiswa baru ini, sejumlah pihak mendesak beberapa langkah tegas, di antaranya:

  • ​Meminta adanya klarifikasi yang transparan serta investigasi terhadap kejadian tersebut.
  • ​Menuntut adanya perlindungan penuh terhadap mahasiswa baru yang menjadi korban.
  • ​Meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat langsung maupun pihak yang memiliki tanggung jawab keamanan dalam kegiatan tersebut.

​Berbagai kecaman muncul dengan menegaskan, jika kegiatan PBAK bukan tempat untuk membenarkan tindakan kekerasan dengan dalih senioritas, kedisiplinan, ataupun tradisi.

Insiden ini didorong untuk tidak ditutup-tutupi dan harus menjadi evaluasi serius agar kegiatan pengenalan lingkungan kampus ke depannya benar-benar aman, mendidik, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan. (*)

Berikut video lengkapnya:

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dari Kelas Hingga Musala, Wajah SMKN 1 Kota Agung Barat Berubah Total Usai Disentuh CSR PT Asia Makmur
Heboh! Disdikbud Bandar Lampung Anggarkan Rp8,79 Miliar untuk 211 Motor Vario
Dipicu Masalah Tempat Duduk dan ‘Smoke Bomb’, Mahasiswa FP dan FISIP Bentrok di Parade Unila 2026
Era AI Makin Masif! Ini Pesan Menohok Wagub Jihan untuk Mahasiswa Baru STKIP PGRI Bandar Lampung
Libatkan 210 Guru, Disdikbud Lampung Luncurkan Program ‘Double Teaching’ di 17 SMA Negeri 
Mahasiswa Unila Gelar Aksi Unjuk Rasa di Rektorat, Layangkan Enam Tuntutan Tata Kelola Kampus
Rombak Besar-besaran! 98 Kepsek SMA/SMK/SLB se-Lampung Diganti, Berikut Daftar Namanya!
Diduga Berbeda dari Alumni Lain, Rektor UGM Buka Suara Soal Detail Ijazah S1 Jokowi
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Dari Kelas Hingga Musala, Wajah SMKN 1 Kota Agung Barat Berubah Total Usai Disentuh CSR PT Asia Makmur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Heboh! Disdikbud Bandar Lampung Anggarkan Rp8,79 Miliar untuk 211 Motor Vario

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Dipicu Masalah Tempat Duduk dan ‘Smoke Bomb’, Mahasiswa FP dan FISIP Bentrok di Parade Unila 2026

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WIB

Era AI Makin Masif! Ini Pesan Menohok Wagub Jihan untuk Mahasiswa Baru STKIP PGRI Bandar Lampung

Kamis, 24 September 2026 - 11:41 WIB

Libatkan 210 Guru, Disdikbud Lampung Luncurkan Program ‘Double Teaching’ di 17 SMA Negeri 

Berita Terbaru