Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Hari pertama pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) pada Rabu, 2 September 2026, diwarnai oleh insiden kericuhan dan dugaan tindak kekerasan terhadap mahasiswa baru.
Peristiwa kericuhan tersebut diketahui berlangsung tepat di depan Gedung Rektorat UIN RIL. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak kepanikan melanda area kampus yang ditandai dengan sejumlah mahasiswa yang berlarian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga saat ini, penyebab pasti yang memicu kericuhan dan kepanikan tersebut masih belum diketahui.
Selain insiden kepanikan, kegiatan yang seharusnya menjadi ajang edukatif ini mendapat sorotan tajam menyusul adanya dugaan pemukulan terhadap mahasiswa baru (maba).
Berdasarkan informasi yang beredar, pada saat kejadian dugaan kekerasan tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) tidak berada di lokasi kejadian.
Akibatnya, mahasiswa baru yang diduga menjadi korban terkesan dibiarkan tanpa adanya pendampingan serta pertanggungjawaban yang jelas.
Menyikapi insiden yang mencederai ruang penyambutan mahasiswa baru ini, sejumlah pihak mendesak beberapa langkah tegas, di antaranya:
- Meminta adanya klarifikasi yang transparan serta investigasi terhadap kejadian tersebut.
- Menuntut adanya perlindungan penuh terhadap mahasiswa baru yang menjadi korban.
- Meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat langsung maupun pihak yang memiliki tanggung jawab keamanan dalam kegiatan tersebut.
Berbagai kecaman muncul dengan menegaskan, jika kegiatan PBAK bukan tempat untuk membenarkan tindakan kekerasan dengan dalih senioritas, kedisiplinan, ataupun tradisi.
Insiden ini didorong untuk tidak ditutup-tutupi dan harus menjadi evaluasi serius agar kegiatan pengenalan lingkungan kampus ke depannya benar-benar aman, mendidik, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan. (*)






