Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?

- Editor

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Bank Dunia memproyeksikan sebanyak 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan pada tahun 2026.

Angka ini didasarkan pada standar garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah atas (Upper-Middle Income Countries/UMIC) sebesar USD 8,30 per kapita per hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Data tersebut tertuang dalam publikasi Macro Poverty Outlook edisi April 2026. Bank Dunia menegaskan, standar USD 8,30 tersebut tidak dihitung menggunakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar uang saat ini.

Namun, menggunakan metode Purchasing Power Parity (PPP) 2021 yang mengukur perbedaan daya beli riil antarnegara.

​Dalam rilis pembaruan indikatornya, Bank Dunia kini membagi garis kemiskinan ke dalam tiga ambang batas:

  • ​Kemiskinan ekstrem: USD 3 per kapita per hari.
  • ​Negara menengah bawah: USD 4,20 per kapita per hari.
  • ​Negara menengah atas (UMIC): USD 8,30 per kapita per hari.

​Dengan mengacu pada batas UMIC, tingkat kemiskinan Indonesia menempati posisi keempat tertinggi jika dibandingkan dengan 11 negara ASEAN dan negara setara (peers).

Tingkat kemiskinan RI tercatat di bawah Timor-Leste (71,7 persen), India (70,7 persen), dan Laos (68,6 persen).

​Kendati demikian, Bank Dunia telah memberikan catatan khusus sejak 13 Juni 2025 lalu.

Lembaga keuangan internasional tersebut menyatakan bahwa data kemiskinan nasional yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) lebih tepat digunakan sebagai acuan utama untuk pengambilan kebijakan domestik di Indonesia.

​Sebagai informasi, berbeda dengan acuan PPP milik Bank Dunia, BPS mengukur tingkat kemiskinan di Indonesia menggunakan pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar atau Cost of Basic Needs (CBN).

Sementara, berdasarkan rilis profil kemiskinan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode Maret 2026, berikut adalah rincian data penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori miskin:

  • ​Jumlah Penduduk Miskin: 22,93 juta jiwa
  • ​Persentase Kemiskinan: 8,07% dari total penduduk

​Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan pengukuran pada periode sebelumnya.

Tingkat kemiskinan turun 0,18 persen poin atau berkurang sekitar 430 ribu orang jika dibandingkan dengan kondisi September 2025 (8,25%).

​Sebagai acuan dasar pengukuran pendekatan Cost of Basic Needs (CBN), BPS menetapkan Garis Kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp669.235,00 per kapita per bulan.

Penduduk yang rata-rata pengeluaran per bulannya berada di bawah angka tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok! Tertekan Lonjakan Harga Minyak?
Pabrik Sepatu PT PWI 6 Tutup Permanen, 1.100 Pekerja Kena PHK!
IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!
Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!
IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI
IHSG Dibuka Anjlok 4,39 Persen ke Level 4.957, Saham BBCA Rontok Sentuh ARB!
Tancap Gas! Pemprov Lampung Kebut Kawasan Industri Raksasa Katibung, dari Kilang Minyak hingga Pabrik Bioetanol
IHSG Anjlok 8 Persen! Pimpinan DPR, Danantara, OJK dan Kapolri Datangi BEI
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok! Tertekan Lonjakan Harga Minyak?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Pabrik Sepatu PT PWI 6 Tutup Permanen, 1.100 Pekerja Kena PHK!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:08 WIB

IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI

Berita Terbaru