Stok Daging dan Telur Melimpah, Mengapa Konsumsi Protein di Provinsi Lampung Malah Terendah ke-5 se-Indonesia

- Editor

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Provinsi Lampung tercatat mengalami surplus ketersediaan pada sejumlah komoditas peternakan.

Namun, tingkat konsumsi protein hewani masyarakat di wilayah ini justru masih tergolong rendah dan berada di bawah rata-rata nasional serta regional Sumatera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi protein hewani masyarakat Lampung yang bersumber dari daging, telur, dan susu hanya menyentuh angka 15,62 gram per kapita per hari.

Angka tersebut tertinggal dari rata-rata nasional sebesar 17,42 gram per kapita per hari, sekaligus menempatkan Lampung di posisi kelima terendah se-Indonesia.

​Rendahnya tingkat konsumsi ini sejalan dengan minimnya pengeluaran penduduk Lampung untuk ketiga komoditas tersebut, yakni tercatat hanya Rp65.184 per kapita per bulan.

Catatan ini merupakan yang terendah kedua di Pulau Sumatera setelah Provinsi Aceh, dan terpaut jauh dibandingkan Kepulauan Riau yang mencapai Rp125.002 per kapita per bulan.

​Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Lili Mawarti, membenarkan adanya kesenjangan yang mencolok antara ketersediaan produk peternakan dan daya serap konsumsi masyarakat.

​“Provinsi Lampung sebenarnya mengalami surplus yang sangat aman untuk komoditas pangan hewani. Namun, ada disparitas antara ketersediaan dan tingkat konsumsi. Ini membuktikan bahwa surplus produksi tidak otomatis mencerminkan tingginya aksesibilitas maupun pemenuhan gizi masyarakat jika tidak dibarengi dengan intervensi daya beli dan edukasi,” tegas Lili.

​Melimpahnya stok pangan hewani di Lampung tercermin dalam Prognosis Supply-Demand Tahun 2026 dari Disnakkeswan setempat.

Neraca komoditas peternakan menunjukkan surplus daging sapi dan kerbau sebesar 1.213,8 ton (ketahanan stok 14 hari), serta daging ayam ras yang surplus 22.996,1 ton (ketahanan stok 68 hari).

Komoditas telur ayam ras mencatatkan surplus terbesar dengan 46.863,7 ton yang cukup untuk cadangan hingga 138 hari.

​Menurut Lili, fenomena rendahnya konsumsi protein hewani di tengah melimpahnya produksi ini tidak berdiri sendiri.

“Faktor utamanya dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat, preferensi konsumen yang terikat tradisi dan kebiasaan, hingga masih rendahnya tingkat literasi gizi di kalangan masyarakat,” jelasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Razia Tempat Hiburan Malam di Lampung Tengah, 9 Pengunjung Positif Sabu
Terbakar Lebih dari 24 Jam, KMP Batumandi Akhirnya Tenggelam di Perairan Merak
Fantastis! Penanaman Modal TW III di Tanggamus Capai Rp115,97 Miliar, Total Investasi di 2026 Sentuh Rp1,156 Triliun
Baru Keluar Penjara Malah Maling 2 Motor di Pringsewu, Pria Asal Lamteng Ditembak Dikedua Kaki, 2 Orang Buron!
Pedagang Pasar Madang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Warga: Sudah 2 Hari Tidak Keluar Rumah
Bupati Tanggamus Teken MoU dengan UTB, Siapkan Apoteker di Tiap Desa dan Inseminator di Tiap Kecamatan
Gerebek Rumah di Gisting, Polres Tanggamus Bekuk 3 Pria Diduga Pengedar Sabu
Viral Pemukulan di Acara Musik, Anggota DPRD Lampung Barat dan 2 Warga Sepakat Damai 
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Razia Tempat Hiburan Malam di Lampung Tengah, 9 Pengunjung Positif Sabu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Terbakar Lebih dari 24 Jam, KMP Batumandi Akhirnya Tenggelam di Perairan Merak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Fantastis! Penanaman Modal TW III di Tanggamus Capai Rp115,97 Miliar, Total Investasi di 2026 Sentuh Rp1,156 Triliun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Baru Keluar Penjara Malah Maling 2 Motor di Pringsewu, Pria Asal Lamteng Ditembak Dikedua Kaki, 2 Orang Buron!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pedagang Pasar Madang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Warga: Sudah 2 Hari Tidak Keluar Rumah

Berita Terbaru