Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan penjelasan resmi terkait pengerahan prajurit TNI pada Kamis (16/7) untuk membantu mengemudikan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina.
Langkah darurat ini diambil untuk memastikan seluruh proses distribusi pasokan BBM berjalan lancar tanpa gangguan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prasetyo menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI di lapangan semata-mata demi menjamin pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat luas agar tetap terpenuhi dengan baik.
Isu gangguan distribusi ini mulai mencuat ke publik setelah terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Medan dan sekitarnya.
Terkait fenomena tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengklarifikasi bahwa antrean bukan dipicu oleh menipisnya stok ketersediaan BBM di daerah.
Ia menjelaskan, gangguan pasokan murni terjadi akibat adanya pemecatan atau pemberhentian massal terhadap para pengemudi mobil tangki.
Imbasnya, puluhan truk pengangkut BBM tidak dapat beroperasi secara maksimal untuk menyuplai BBM ke sejumlah SPBU.
Guna mengatasi kekosongan armada pengangkut tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak Pertamina serta jajaran TNI dan Polri
Sejumlah personel disiagakan untuk sementara waktu guna menggantikan posisi pengemudi mobil tangki selama masa krisis.
Selain bertugas mengantar pasokan, aparat bersenjata juga dikerahkan untuk mengawal ketat aspek pengamanan di sepanjang jalur distribusi minyak di lapangan. (*)






